1.100 Perusahaan di Jakarta Langgar PSBB, 188 Disegel Sementara

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta mencatat ada 1.100 perusahaan di wilayah Ibu Kota yang melanggar aturan dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Akibatnya, 188 perusahaan yang tak dikecualikan untuk beroperasional ditutup sementara selama masa PSBB.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2020 Pasal 10 dijelaskan hanya ada 11 sektor usaha yang diizinkan beroperasi selama PSBB.

Bacaan Lainnya

Sebelas sektor itu adalah kesehatan; bahan pangan/ makanan/ minuman; energi; komunikasi dan teknologi informasi; keuangan; logistik; perhotelan; konstruksi; industri strategis; pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan kebutuhan sehari-hari.

“188 perusahaan ditutup hingga PSBB selesai, yaitu 22 Mei 2020,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah kepada wartawan, Selasa (12/5).

Ia menjelaskan, perusahaan yang ditutup sementara itu menyebar di lima wilayah. Ada 32 di Jakarta Pusat, 45 di Jakarta Barat, 37 di Jakarta Utara, 25 di Jakarta Timur dan 49 di Jakarta Selatan.

Selain perusahaan yang ditutup, ada 269 pelaku usaha tidak dikecualikan, tapi hanya diberi peringatan, karena mereka telah mendapatkan izin dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), namun tak menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita serahkan ke Kementerian Perindustrian untuk menerapkan sanksinya. Tugas kita hanya melakukan pembinaan dan pelaporan saja,” ujarnya.

Selain itu, ada 643 perusahaan yang masuk kategori dikecualikan dalam PSBB diberi peringatan dan pembinaan. Mereka belum melaksanakan seluruh protokol kesehatan terkait virus corona atau covid-19.

Perusahaan yang mendapat kelonggaran ini tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota. Sebanyak 161 perusahaan di Jakarta Pusat, 136 di Jakarta Selatan, 132 di Jakarta Utara, 133 di Jakarta Timur, 77 di Jakarta Barat, dan empat perusahaan di Kepulauan Seribu.

Ia mengimbau kepada seluruh perusahaaan yang tidak diizinkan buka saat masa PSBB untuk mematuhi aturan dalam Pergub Nomor 33 Tahun 2020. Sebab, kata dia, kini tingkat penyebaran virus corona (Covid-19) sudah amat mengkhawatirkan. (*/wal)

Pos terkait