3 Bulan Disengat Covid-19, Indonesia Rugi Rp 316 T

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Hari ini, 2 Juni 2020 merupakan tepat bulan ketiga wabah covid-19 ada di Indonesia. Selama tiga bulan ini, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan negara mengalami kerugian sebesar Rp 316 triliun.

Kepala Pusat Kebijakan Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Hidayat Amir mengatakan estimasi kerugian negara sebesar Rp 316 triliun dihitung dari realisasi pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada kuartal I-2020 yang mencapai 2,97% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Bacaan Lainnya

Diketahui, pada situasi normal, pertumbuhan ekonomi di Indonesia biasanya tumbuh pada kisaran 5%. Dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2020 yang tumbuh 2,97%, maka terjadi koreksi pertumbuhan ekonomi sebesar 2,03% dari situasi normal.

“Itu kalau dikuantitatifkan, tinggal di-kali saja PDB saat ini sekitar Rp 15.800 triliun di-kali 2%,” kata Hidayat dalam video conference, Selasa (2/6).

Artinya, kerugian negara yang terjadi selama tiga bulan akibat pandemi covid-19 di Indonesia sebesar kurang lebih Rp 316 triliun. Lebih lanjut Hidayat menjelaskan saat ini BKF sedang melakukan pendekatan baru dalam melacak jenis kegiatan ekonomi selama pandemi covid-19

Harapannya, dengan pendekatan baru itu, pemerintah bisa mengetahui sektor mana saja yang mengalami pertumbuhan dan mana yang mengalami penurunan.

Sehingga, pemerintah bisa menetapkan skenario untuk memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang berpotensi tumbuh di tengah pandemi dan membantu dalam meningkatkan perekonomian yang sedang tertekan..

“Kita coba tracking dari aktivitas penerbangan, konsumsi listrik, kemudian juga ada dari Google Mobility, itu untuk meng-capture penurunan aktivitas ekonominya seperti apa,” jelas dia.

Pemerintah pun telah memperkirakan, akibat pukulan pandemi virus corona, perekonomian RI akan tumbuh sekitar 2,3 persen untuk skenario berat dan -0,4 persen untuk sangat berat.

Dengan skenario tersebut, setidaknya bakal terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,89 juta jiwa dan angka pengangguran baru bertambah 2,92 juta untuk skenario berat.

Di sisi lain, untuk skenario lebih berat atau sangat berat, kemiskinan bisa meningkat 4,86 juta dan pengangguran 5,23 juta. (*/dru)

Pos terkait