50 Pinjol Antre Izin OJK

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mencatat 50 perusahaan teknologi finansial pembiayaan (pinjaman online/pinjol) antre di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan izin.

Dia berharap, setelah moratorium penerbitan izin perusahaan fintech dicabut, 50 perusahaan tersebut dapat masuk dalam pipeline perizinan OJK.

Bacaan Lainnya

“Saat ini kurang lebih ada 50 fintech yang antre untuk berizin ke OJK. Beberapa di antaranya ada yang syariah,” ucapnya dalam Online Press Club AFPI, Jumat (5/2).

Kuseryansyah mengatakan sepanjang 2020 pembiayaan melalui pinjol melesat cukup kencang meski aktivitas ekonomi dan bisnis melemah. Nilainya mencapai Rp155,9 triliun atau tumbuh 91,3 persen year on year (yoy) dibandingkan 2019 yang sebesar Rp81,49 triliun.

OJK sendiri menargetkan di tahun ini pinjol dapat menggaet 8 juta peminjam baru agar kontribusi terhadap perekonomian semakin besar. Kuseryansyah optimistis target tersebut dapat tercapai dengan terus membaiknya kualitas pendanaan dari penyelenggara pinjol.

“2020 ada 25 juta rekening transaksi borrower, jadi kurang lebih satu borrower yang 8 juta jumlahnya itu bisa empat kali transaksi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Humas AFPI Andi Taufan Garuda Putera mengatakan tren pencairan pinjol pada 2020 naik 27 persen.

Pos terkait