79 Akun Media Sosial “Disemprit” Virtual Police

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Hati-hati bermedia sosial, jika tidak, anda akan berurusan dengan hukum. Sebab, Virtual Police Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri terus melakukan patroli di dunia maya. Akun media sosial (Medsos) yang mengunggah konten yang berpotensi mengandung unsur suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) dipastikan akan disemprit dan diproses.

Virtual Police di Korps Bhayangkara resmi beroperasi. Unit gagasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo itu dibentuk untuk mencegah tindak pidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Bacaan Lainnya

“Sekarang sudah 79 akun yang dilayangkan (peringatan melalui) DM (direct message),” terang Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Rusdi Hartono.

Menurut Rusdi, respons pengguna medsos itu baik. Mayoritas pengguna medsos telah mengubah unggahan kontennya usai mendapatkan peringatan virtual.

“Sebenarnya kalau kita saklek, wah sudah pidana saja itu. Tapi, di sinilah kebijakan polisi. Ketika melihat masyarakat sudah terlibat tindak pidana, itu diingatkan,” tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri saat dikonfirmasi, Jakarta.

Selain itu, Rusdi juga mengatakan akun media social (Medsos) yang ditegur tersebut rata-rata milik perorangan. Mereka kebanyakan mengunggah konten yang bersifat sentimen pribadi.(*/rado)

Pos terkait