8 Pemain dan 2 Pelatih Asing Mundur dari Liga 1

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Tidak adanya degradasi membuat greget Liga 1 musim 2020 menurun, banyak klub ditinggal pemain dan pelatih asingnya karena berbagai alasan.

Salah satu alasannya jelas karena pemotongan gaji hingga 50% sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh PSSI. Menyusul penundaan Liga 1 musim 2020 sejak bulan Maret lalu karena pandemi virus corona.

Bacaan Lainnya

Selain itu beberapa pelatih dan pemain asing nampak kesulitan kembali ke Indonesia, karena situasi pandemi COVD-19 di negara mereka belum mereda.

Sejauh ini Arema paling berdampak dengan pelatihnya Mario Gomez dan juga striker asingnya Jonathan Bauman dan Oh In Kyun memilih untuk mundur dari Singo Edan. Bahkan Mario Gomez justru menerima tawaran dari klub lamanya Borneo FC.

Persik Kediri juga dipastikan tanpa bantuan dua pemain asingnya, setelah Ante Bakmaz dan Nicola Asceric memilih untuk meminggalkan klub.

Regulasi pemain muda (U-20) yang akan dijalankan membuat para pelatih lebih memiliki pemain lokal, apalagi tidak ada degradasi musim ini. Setiap tim pun bisa bermain lepas.

Tidak adanya pemasukan dari hari pertandingan membuat klub-klub kesulitan membayar gaji pemain asing yang dipastikan selangit.

Saat ini klub tentu hanya mengandalkan subsidi dari PT Liga Indonesia Baru untuk menutup biaya operasional, sementara penjualan merchandise tak sepenuhnya bisa membantu.

PT LIB juga merilis aturan dimana pemain lokal tak bisa berpindah klub Liga 1, hal itu membuat mereka menerima pemotongan gaji dan bertahan di klub pastinya.

Berikut daftar pemain dan pelatih yang mengundurkan diri dari klub-klub Liga 1 2020:

Pemain

1.Petteri Pennanen (Tira Persikabo)
2.Rafael Gomes de Olivera (Persela Lamongan)
3.Jonathan Bauman (Arema FC)
4.Oh In-kyun (Arema FC)
5.Sylvano Comvalius (Persipura Jayapura)
6.Ante Bakmaz (Persik Kediri)
7.Nicola Asceric (Persik Kediri)
8.Mateo Bustos (Persita Tangerang)

Pelatih

1.Edson Tavares (Borneo FC)
2.Roberto Carlos Mario Gomez (Arema FC)

Pos terkait