8,3 Ton Ikan Berformalin Disita di Pasar Induk Jakabaring

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, PALEMBANG – Polrestabes Palemban terus mengembangkan temuan kasus 8,3 ton ikan giling formalin di Palembang. Hasil penyelidikan sementara, bahan dasar untuk pembuatan pempek dan berbagai kreasinya itu diproduksi di Jawa Tengah.

Kapolrestabes Palembang, Kombes. Pol. Irvan Prawira Satyaputra mengatakan, usai dilakukan penyelidikan pihaknya mendapati lokasi ikan giling formalin tersebut yakni di daerah Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya

Kapolrestabes menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya juga mendapati fakta baru bahwa ikan giling formalin tersebut sudah beredar di Palembang, dalam kurung waktu lebih dari satu tahun di minta masyarakat waspada.

“Kita akan kejar tempat produksi ikan kakap tersebut. Kita akan dalami hal ini karena sudah beredar satu tahunan, tapi kita tidak tahu formalin yang kita temukan itu dicampurkan hanya untuk menghadapi lebaran atau memang sejak awal,” jelas perwira menengah melati tiga itu.

Saat ini kata Irvan, Satreskrim Polrestabes Palembang sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus ini hingga ke akarnya.

Sementara itu, dari pengakuan pelaku menyebutkan bahwa dirinya tidak mengetahui jika ikan giling yang dia simpan dalam gudang di Pasar Induk Jakabaring tersebut mengandung formalin.

“Anggota saat ini sedang mendalami kasus ini, untuk bisa mengungkap hingga ke tempat produksinya.
Harusnya pelaku mengetahui hal ini, karena dia ini kan pemain dalam bidang ini. Jadi harusnya mengetahui mana yang ikan cepat basi dan ikan yang diawetkan, sehingga dari pengalaman yang mereka miliki semestinya mereka mengetahui hal ini,” katanya mengakhiri.(*/rada)

Pos terkait