Abai dengan PPKM, 1.100 Perusahaan Ditutup

  • Whatsapp
Abai dengan PPKM

Kabarsiana.com, JAKARTA – Pemerintah DKI Jakarta tidak main-main dengan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Jika terindikasi melakukan pelanggaran, maka konsekwensinya, sanksi tegas menunggu.

Inilah yang dialami oleh sebanyak 1.100 dari total 1.836 perusahaan di Provinsi DKI Jakarta yang terpaksa ditutup oleh pihak berwenang akibat faktor pelanggaran protokol kesehatan hingga adanya klaster penularan COVID-19.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu dikemukakan Andri saat berkunjung ke Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI) Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk menyerahkan bantuan berupa alat cuci AC, Kamis siang.

“Saat ini kami sudah melakukan pengawasan terhadap 1.836 perusahaan dari tanggal 11 Januari 2021 atau sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dari jumlah itu, yang disidang 1.100 perusahaan dan dilakukan penutupan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah dilansir Antara, Kamis (11/2).

Menurut Andri terdapat 1.088 perusahaan yang ditutup karena dampak dari sejumlah karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19. “Yang 12 perusahaan lainnya melanggar ketentuan protokol kesehatan,” katanya.

Selama PPKM berlaku, kata Andri, ada tiga mekanisme pembatasan sosial yang diterapkan di tempat-tempat usaha, di antaranya pembatasan jumlah karyawan, pembatasan waktu operasional serta pembatasan fungsi operasional sarana prasarana perusahaan.

Pos terkait