Adinegoro, Jurnalis Legendaris dari Tanah Minang

  • Whatsapp
Jurnalis Legendaris dari Tanah Minang
adinegoro, Jurnalis Legendaris dari Tanah Minang

BAGI kaum jurnalis Indonesia, nama Adinegoro tak asing lagi. Nama ini dijadikan sebuah penghargaan yang sangat prestisius bagi kredibilitas wartawan di Indonesia.

Lalu, siapakah Adinegoro tersebut? Mengapa namanya diabadikan menjadi sebuah penghargaan tertinggi bagi jurnalis oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tersebut?

Bacaan Lainnya

Percaya atau tidak, nama Adinegoro sebenarnya adalah nama samaran, maksudnya nama yang dipakai dalam penulisan artikel di dunia pers berbeda dengan nama pemberian orang tuanya. Setiap tulisan hasil karyanya, selalu menggunakan nama Adinegoro, baik untuk esai maupun ilmiah. Akhirnya nama itulah yang menjadi terkenal.

Nama asli pria legendaris ini adalah Djamalludin dengan gelar Datuk Maradjo Sultan. Dari nama aslinya ini pun kita bisa langsung menebak bahwa beliau lahir di tanah Minang, Sumatera Barat, tepatnya di tahun 1904.

Kepiawaiannnya menulis sudah dimilikinya sejak duduk di bangku STOVIA. Namun, ada larangan untuk menulis di media massa saat ia menjadi siswa disana. Untuk itulah ia menggunakan nama samaran, agar hasrat mengeluarkan bakatnya tersebut bisa tetap tersalurkan. Ia pun secara rutin menulis di majalah Cahaya Hindia.

Walaupun STOVIA merupakan sekolah kedokteran, namun keinginannya untuk menulis lebih besar daripada menjadi dokter. Akhirnya ia pun memutuskan untuk keluar dari STOVIA dan dengan berani melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Ia pergi ke negeri Belanda untuk mendalami ilmu jurnalistik, kemudian ia ke Jerman untuk belajar tentang geografi, kartografi, dan geopolitik.

Pos terkait