Al-Qur’an, Penggerak Literasi dan Peradaban

  • Whatsapp

Wardi Taufiq, S.Ag., M.Si.
Sekretaris PP Ikatan Sarjana NU,
Ketua Bidang Kerjasama pada Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat.

AL-QUR’AN sebagai corpus wahyu hadir dengan kekuatan yang memikat. Turunnya kitab suci itu memotivasi Bangsa Arab untuk menggali pesan-pesan Al-Qur’an. Literasi mereka pun tumbuh dan berkembang bersama kepeloporan Nabi Muhammad sebagai penerima wahyu. Tradisi literasi inilah yang kelak melahirkan peradaban ilmu pengetahuan.

Bacaan Lainnya

Pada saat Al-Qur’an turun, kemampuan membaca dan menulis bangsa Arab belum sepenuhnya mampu mewadahi wahyu Al-Qur’an. Terbukti, generasi muslim setelahnya harus bekerja keras untuk menyempurnakan dan menciptakan kaedah membaca dan menulis Al-Qur’an.

Sejak Al-Qur’an turun, sistem tulisan (paleography) Arab, terutama dalam masalah nuqthah (titik) mulai disempurnakan. Pada kepemimpinan Umar, disiplin ilmu nahwu (grammar bahasa Arab) juga ditulis dan dibakukan. Kelak, muncul disiplin ‘Ulum al-Qur’an dan ‘Ulum al-Tafsir.

Demikian juga, kitab–kitab tafsir, hadits-hadits Nabi dan sirah-sirahnya berhasil ditulis, karya-karya filusuf Yunani diterjamahkan, dan masih banyak sederet kitab lain yang lahir saat itu.

Bagaimana Al-Qur’an menginspirasi tumbuh kembangnya tradisi literasi Bangsa Arab? Ada empat hal yang bisa dijadikan petunjuk untuk menjawab hal tersebut, sebagaimana diurai dalam buku: Al-Qur’an dan Literasi, yang ditulis oleh Ali Imron, MA. Singkatnya sebagai berikut:

Pos terkait