Alamak, Limbah Medis Diangkut dengan Ambulans hingga Ojek Online

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Temuan mengejutkan dirilis Ombudsman Republik Indonesia. Dimana lembaga ini menemukan adanya limbah medis yang dibuang atau dibawa dengan alat angkut yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Misalnya mengangkut limbah medis menggunakan ambulans, ojek online, atau kendaraan yang tidak dilengkapi dengan simbol. Jadi pengawasannya menjadi tidak sesuai dengan yang seharusnya,” ungkap anggota tim peneliti, Mory Yana Gultom, saat konferensi secara pers daring, Kamis (4/2).

Bacaan Lainnya

Temuan lainnya adalah adanya fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang tidak menyediakan alat angkut khusus serta jalur khusus bagi limbah medis.

“Ini tentunya akan menimbulkan bahaya karena adanya potensi terkontaminasi,” jelasnya.

Hal lainnya yang menjadi sorotan Ombudsman adalah tidak ada jadwal pengangkutan limbah medis yang rutin.

“Karena dilakukan oleh fasyankes, maka untuk menekan biaya dan akhirnya kondisi ini berpengaruh pada durasi penyimpanan di penghasil karena tidak terjadwal,” tuturnya.

Penggunaan manifes yang tidak seragam dan tidak sesuai prosedur juga disoroti oleh Ombudsman. Akibatnya, pengangkutan limbah medis tidak dilaporkan sesuai muatan.

Menurut Mory, hal itu ikut berdampak pada proses pencatatan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selanjutnya, Ombudsman menemukan ada daerah yang tidak memiliki pengangkut sama sekali sehingga limbah medis hanya sampai pada tahap penyimpanan. (*/komp)

Pos terkait