Awas, Kalau Oligarki Dibajak, Demokrasi akan Makin Parah

  • Whatsapp
Hadapan Pimpinan Media Massa, Jokowi : Saya Siap Terima Kritik

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Demokrasi harus berjalan sebagaimana mestinya, jangan sampai hal itu dibajak oleh oligarki. Sebab, kalau oligarki telah dibajak, maka perjalanan demokrasi akan semakin parah dan lebih jelek dari era Orde baru.

Pembahasan RUU Pemilu di Komisi II DPR terhenti setelah mayoritas fraksi sepakat menolak melanjutkan pembahasan karena berkilah tak ada urgensi dan pandemi virus corona. Banyak pihak yang menyebut demokrasi akan mengalami kemunduran jika Pilkada dan Pilpres digelar serentak pada 2024.

Bacaan Lainnya

Eks Komisioner KPU Endang Sulastri menjelaskan, sistem demokrasi yang berjalan di Indonesia belum memiliki blue print yang jelas.

“Pascareformasi ini terjadi euforia demokrasi. Tahun 1998, kemudian 1999 tumbuh partai yang cukup banyak sehingga peserta pemilu sampai 48 partai. Kalau kita melihat reformasi dibangun tanpa blue print pembangunan politik,” kata Endang dalam diskusi secara virtual, Kamis (11/2).

“Pada saat Orde Lama runtuh tahun 1965-1966, kemudian pemilu diselenggarakan pemerintah Soeharto pada 1971. Memerlukan waktu sekitar 5 tahun. Tapi ketika reformasi bergulir, blue print belum tersusun sempurna sehingga Pemilu 1999 dilaksanakan, Mei 1998 itu reformasi, 1999 sudah dilaksanakan pemilu. Sehingga bagaimana pembangunan sistem politik atau pembangunan poltik yang diinginkan visinya belum terpapar dengan baik,” lanjutnya.

Pos terkait