Barcelona dan Klub dengan Jersey Sama

  • Whatsapp

FC BARCELONA identik dengan warna biru-merah yang menjadi corak seragam kebesaran mereka. Namun, Barca jelas bukan satu-satunya yang identik dengan warna tersebut. Sejarah pemakaian warna biru dan merah sebagai seragam utama FC Barcelona terekam dalam berbagai versi.

Salah satunya dari versi rangkaian cerita lisan yang menyatakan warna itu terinspirasi dari tim rugbi asal Liverpool, Merchant Taylors. Tim itu merupakan klub sekolah Arthur dan Ernest Witty, dua sosok penting dalam pembentukan awal sejarah Barcelona.

Bacaan Lainnya

Pemilihan warna biru dan merah diawali oleh sebuah rapat para anggota klub pada Desember 1899, tak lama setelah Barcelona didirikan. Sejak itu, biru-merah (Blaugrana) pun menjadi warna kebesaran sekaligus julukan bagi Barcelona.

Meski begitu, bukan cuma Barca yang identik dengan warna tersebut. Berikut ini sederet klub “kembaran” Barcelona yang juga memiliki jersey identik biru-merah, baik karena ikatan sejarah maupun murni kebetulan semata.

Levante
Klub anggota Liga Spanyol asal Valencia ini mengadopsi pemakaian warna biru-merah di seragam mereka pada 1939 atau 30 tahun setelah terbentuk. Pemilihan warna itu terjadi setelah Levante melebur dengan klub lain, Gimnastico FC.

Pendiri Gimnastic ialah seorang asal Barcelona, Narcis Baste i Baste, yang pindah ke Valencia pada 1901. Logo lama Gimnastic sendiri sangat mirip dengan Barcelona yang juga berhias warna merah dan biru. Bagi publik Indonesia, Levante dikenal sebagai klub yang menempa gelandang Madura United, Syahrian Abimanyu, di akademinya pada 2016.

Extremadura

Belum ada bukti sahih Extremadura memakai biru-merah sebagai warna utama lantaran koneksi sejarah dengan Barcelona.

Saat mereka memakai corak itu pada 1946, warna biru di zaman tersebut sangat gelap sehingga orang sering keliru menganggapnya hitam.

SD Eibar
Bukan sekadar inspirasi, Eibar menjadikan biru-merah sebagai gacoan setelah dipinjami jersey Barcelona oleh federasi wilayah Basque pada awal pembentukan klub tersebut (1943).

Bahkan, saat pertama kali promosi ke divisi dua Liga Spanyol pada 1987, pihak Eibar membeli replika kostum Barcelona dan mengganti logonya dengan logo mereka sendiri biar lebih murah dan praktis.

Huesca

Satu lagi klub minor Liga Spanyol pemakai warna utama yang sama dengan seragam Lionel Messi cs. Belum ada bukti valid mengenai hubungan sejarah kostum Huesca dan Barcelona.

Namun, saat Barca menggelar laga uji coba dengan Huesca pada 1926, muncul teori yang menyatakan duel itu menjadi pertanda ada koneksi terselubung di antara kedua klub.

Crystal Palace
Desain kostum biru-merah Crystal Palace sekarang merupakan ide manajer mereka pada 1973, Malcolm Alisson, yang memang terinspirasi dari Barcelona. Sebelumnya, dalam sejarah mereka, Palace bahkan sempat memakai jersey serba-putih untuk meniru Real Madrid.

Caen

Warna seragam biru-merah milik klub anggota Liga Prancis ini terjadi setelah dua kubu melebur jadi satu pada 1913, yakni Club Malherbe Caennais dan Club Sportif Caennais.

Trabzonspor

Seragam klub Turki ini memakai unsur merah anggur dan biru yang lebih muda dibandingkan biru pada jersey Barcelona.

Kostum Trabzonspor lebih mirip Aston Villa karena menurut spekulasi, memang mereka memakai jersey yang dipinjamkan Villa saat awal dibentuk pada 1967.

Fehervar SC dan Vasas SC

Warna kebesaran dua klub Hungaria ini tak bekorelasi dengan sejarah Barcelona. Jersey Fehervar berasal dari warna lambang Kota Szekesfehervar yang menjadi markas mereka.

FC Basel
Klub paling erat dengan sejarah pembentukan Barcelona karena melibatkan sosok Joan Gamper, sang pendiri klub raksasa Catalan yang pernah terafiliasi dengan FC Basel, tim asal negaranya, Swiss.

Basel berdiri pada 1893 atau 6 tahun sebelum Barcelona. Ada teori menyatakan Gamper memilih biru dan merah untuk Barca karena familier dengan seragam mantan klubnya tersebut.

Catania, Genoa, Bologna

Tiga klub besar di Italia ini memakai biru-merah sebagai corak utama bukan karena koneksi dengan Barcelona lantaran punya latar belakang masing-masing.

Cerro Porteno (Paraguay)

Klub top di Liga Paraguay ini pernah disinggahi singkat oleh Zikri Akbar, pesepak bola Indonesia asal Aceh yang menimba ilmu di akademinya pada 2011-2012.

Pemain Persita Tangerang ini dikirim pemerintah provinsi sebagai bagian program Aceh melahirkan talenta pesepak bola muda.

Soal kostum biru-merah Cerro, itu merupakan lambang dua warna partai politik yang berseberangan, Colorado (merah) dan Liberals (biru).

Jadi, kedua warna disandingkan guna menyimbolkan olahraga sebagai media persatuan dan persahabatan.
Pemilihan biru-merah untuk klub yang berdiri pada 1987 ini unik karena merupakan imitasi plek dari Barcelona.

Lucunya, ide ini muncul dari Francisco Espinoza, wakil presiden klub yang merupakan suporter Real Madrid.

Lho, terus kenapa malah pilih warna Barca bukan Madrid? Dia berargumen karena tak mau melihat timnya dengan memakai serba-putih ala Real Madrid merasakan kekalahan.

Klub lainnya: Pertojet (Mesir), San Lorenzo (Argentina), Atlante (Meksiko), Deportivo Quito dan Deportivo Quevedo (Ekuador), Union Magdalena (Kolombia), Alianza Universidad de Huanuco (Peru). (*/bsp)

Pos terkait