Batalnya Pembangunan Kantor Lurah Boba Karena Kelalaian Pemerintah

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, DEPOK – Aparatur Kelurahan Bojongsari Baru di Kecamatan Bojongsari, terpaksa kembali boyongan ke kantor lurah yang sebelumnya mereka tempati setelah kontrak di GOR Pelita Bakrie habis.

Kembali pindahnya kalangan ASN ini ke bangunan lama, tentu menimbulkan pertanyaan. Sebab, sebelumnya kantor tersebut direncanakan akan dibangun. Namun kenyataannya, pembangunannya urung dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Terus terang, ini pilihan sulit. Agar pelayanan publik tak terganggu, maka kantor yang lama kami fungsikan lagi,” kata Lurah Bojongsari Baru (Boba), H Ahmad Subandi kepada kabarsiana.com, Rabu (5/2).

Saat ditanya alasan dulu pindahnya kantor lurah ke GOR Pelita Bakrie, Subandi menyebutkan karena saat itu melalui APBD 2019, telah dianggarkan sebesar hampir Rp3,8 miliar untuk pembangunan kantor lurah yang baru.

“Selain telah dianggarkan, kami juga mendapat surat kalau pembangunan segera dilakukan. Dan juga, pemenang tender pembangunan kantor lurah telah ada. Inilah dasarnya kami terpaksa pindah pada September lalu,” jelasnya.

Pembangunan itu sendiri urung dilakukan, karena persoalan yang belum tuntas menyangkut area kantor lurah Boba yang dulunya bekas kantor desa setempat. Selain itu, memang di APBD 2020, tak ada lagi mata anggaran pembangunan kantor lurah Boba di sana.

Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Babai Suhaimi yang dikonfirmasi terpisah, kaget dengan kondisi tersebut. Babai mengatakan, Pemkot Depok harus segera menyelesaikan persoalan kantor lurah Boba dan jangan dibiarkan terus mengambang.

“Pemerintah Kota Depok lalai, sehingga terjadi hal ini. Tak seharusnya sesuatu yang telah masuk ke mata anggaran APBD terkendala. Ini harus cepat diselesaikan,” kata Babai.

Sebagai anggota dewan, Babai memastikan akan membawa masalah ini ke internal DPRD Kota Depok. Karena dia tak ingin persoalan yang menerpa kantor lurah Boba terjadi di kelurahan lainnya di Kota Depok.

Ruslan, seorang warga setempat yang dimintai komentarnya terkait dengan batalnya pembangunan kantor lurah Boba, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Menurutnya, dengan kantor yang tak ada jendela dan jauh dari layak, seharusnya Pemkot Depok malu.

“Depok itu bertetangga langsung dengan Jakarta. Lah, kok untuk membangun kantor lurah saja pemerintah tak bisa melakukannya,” kata Ruslan tak habis pikir.

Menurutnya, dengan membiarkan operasional kantor lurah Boba dilaksanakan di lokasi yang jauh dari layak, tentu membuat masyarakat dan juga aparatur yang butuh pelayanan publik menjadi tak nyaman. (tyo)

 

Pos terkait