Berbisnis Sarang Burung Walet, 4 Pria Cetak Uang Palsu

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, PALANGKA RAYA – Kejahatan pemalsuan uang rupiah dan penipuan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah kembali terjadi. Setelah Desember lalu oknum aparat desa di Kotawaringin Timur mencetak uang palsu untuk bayar utang, kini tiga pemuda di Kabupaten Kotawaringin Timur juga diringkus polisi lantaran memproduksi uang palsu dan melakukan penipuan.
Menariknya ketiga tersangka bernama Sony Santoso, Syahrul, Angga, dan satu orang masih dalam pencarian, yakni Wahab menggunakan uang palsu untuk sewa PSK dan berbisnis sarang burung walet.
Dirreskrimsus Polda Kalteng Kombes Pasma Royce menerangkan tindak pidana pemalsuan uang dan penipuan ini berawal ketika tersangka Sony yang ingin berbisnis sarang walet bersama Angga memfasilitasi Wahab (DPO) untuk mencetak uang palsu di sebuah barak yang dihuni Wahab di Jalan Seroja, Kecamatan Baamang, Kotim.
“Awalnya tersangka Sony (39) mendapatkan informasi bahwa teman dari tersangka Angga (18) bernama Wahab bisa membuat uang palsu yang direncanakan akan digunakan untuk berbisnis membeli sarang burung walet,” terang Royce, Selasa (4/2).
Permintaan Sony dan Angga direstui Wahab yang dibantu oleh Syahrul yang bertugas memantau keamanan sekitar barak ketika kejahatan itu berlangsung.
“Sony akhirnya beri uang Rp 1 juta untuk beli printer, kertas HVS, dan sejumlah peralatan lainnya dalam mencetak uang palsu tersebut,” ujarnya.
“Kalau tidak salah jumlah uang yang dicetak tersebut berjumlah 1.000 lembar uang pecahan Rp 100ribu atau senilai Rp 100 juta,” tambah Royce.
Usai menggandakan uang tersebut, tepatnya tanggal (24/01) para pelaku beranjak pergi ke Manuhing, Kabupaten Gunung Mas dengan merental mobil untuk membeli sarang burung walet. Mereka sempat berkaroke di Kabupaten Katingan dengan menghabiskan uang palsu sekitar Rp 5 juta lebih.
“Setelah bersenang-senang, mereka akhirnya melanjutkan misi membeli sarang walet dari korban bernama Slamet di Gumas sebanyak 3,5 kilogram seharga Rp 42.400.000 atau 424 lebar uang palsu yang telah dibungkus rapi,” ujarnya.
Tanpa ada rasa curiga Slametpun menerima uang tersebut lalu para pelaku beranjak pergi untuk kembali menjual kepada para pengepul dengan harga Rp 35.000.000.
“Saudara Slamet ini baru sadar ketika beberapa jam setelah itu bahwa uang itu palsu. Dia langsung lapor ke Polsek Manuhing,” beber Royce.
Setelah menerima laporan tersebut Tim Gabungan Subdit III dan Subdit V Ditreskrimsus Polda Kalteng pada hari Kamis (30/01) lalu berhasil membekuk 3 tersangka di Kotim. Dari para tersangka diamankan barang bukti berupa 2 unit printer merek Canon, 2 buah gunting, 1 buah tabungan atas nama Sony Santoso, 2 buah kartu ATM BCA, dan 1 bungkus sarang burung walet seberat 3,5 kilogram.
Sementara itu, pelaku bernama Wahab masih dalam pengejaran (DPO) dan ketiga tersangka yakni Sony, Angga, dan Syahrul sudah diamankan di Mapolda Kalteng untuk dilakukan pengembangan lanjutan atas tindakan kejahatan penipuan dan pemalsuan uang.
Terhadap para tersangka dikenakan pasal 36 UU No.7 Tahun 2001 tentang Mata Uang dengan ancaman 10 tahun Penjara serta denda Rp 10 miliar sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 ayat 1 dan 15 tahun Penjara serta denda 50 Milyar sebagaimana dimaksud pasal 26 ayat 3. (*/kmp)

Pos terkait