Corona Mulai “Gebuk” Ekspor Indonesia

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, MAKASSAR – Nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) tercatat menurun di awal 2020 ini. Salah satu penyebabnya yaitu merebaknya wabah virus corona. Untuk diketahui, salah satu negara tujuan ekspor Sulsel yaitu China sebagai wilayah pertama ditemukannya virus corona.

Kepala Dinas Perindag Sulsel, Hadi Basalama mengatakan, kasus virus corona secara langsung atau tidak langsung berdampak terhadap kondisi perekonomian, baik skala dunia termasuk Indonesia dan juga di daerah.

Bacaan Lainnya

Kata Hadi, ekspor adalah penghela utama pertumbuhan ekonomi. Namun pasca merebaknya kasus penyebaran virus corona, mempengaruhi kegiatan ekspor.

“Saat ini terjadi penurunan nilai ekspor di Sulsel pada periode yang sama sebanyak USD 2 juta. Jika pada Januari 2019 lalu nilai ekspor USD 14 juta, kini di Januari 2020 menurun jadi USD 12 juta. Penurunannya USD 2 juta. Itu karena beberapa komoditi dihentikan sementara ekspornya ke China,” jelas Hadi Basalama.

Komoditas asal Sulsel yang diekspor ke China sekitar 45 komoditi, 10 di antaranya komoditi utama. Di antara komoditi utama itu, ada yang dihentikan sementara ekspornya ke China antara lain, kepiting hidup, berbagai jenis ikan olahan dan ikan segar, rumput laut, gurita, telur ikan terbang dan udang.

Dialihkan Via Hongkong

Tetapi, lanjutnya, komoditi ekspor direct ke China itu sebagian juga dialihkan jalur masuknya yakni melalui Hong Kong.

Usaha lain yang dilakukan menghadapi kasus virus corona ini, kata Hadi Basalama, adalah memperkuat market komoditas ekspor Sulsel lainnya.

“Market komoditas ekspor Sulsel itu ada 95 negara. Kita melakukan diversifikasi pasar tidak mengandalkan satu pasar saja karena masih ada pasar lain seperti Amerika Latin, Saudi Arabia, Jepang dan Eropa,” tandas Hadi Basalama. (*/idr/mdk)

Pos terkait