Cuitan “Suku Minang Tak Bisa Jadi Presiden”, Antar Pigai ke Bareskrim Polri

  • Whatsapp
Suku Minang Tak Bisa Jadi Presiden

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Berkomentar di alam demokrasi ini, boleh-boleh saja. Namun demikian, rambu-rambu dalam mengeluarkan pendapat haruslah dipenuhi.  Hal demikian harus diterima oleh  mantan komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

Adalah Aznil (48), seorang warga Minang yang secara resmi melaporkan Natalius Pigai ke Bareskrim Polri. Pigai dilaporkan atas dugaan telah menyebarkan ujaran kebencian bernada diskriminatif terkait kicauannya yang menyebut orang suku Minang tak bisa menjadi presiden.

Bacaan Lainnya

Laporan tersebut dilayangkan oleh seorang warga asal Minang bernama Aznil (48) dan didampingi oleh sejumlah organisasi masyarakat yang mengatasnamakan DPP Pemuda Pelajar Mitra Kamtibmas (PPMK) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Laporan itu pun telah diterima oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri dengan Nomor: LP/B/0061/II/2021/BARESKRIM/ tertanggal 1 Februari 2021.

“Setelah tiga jam kita melapor ke Bareskrim, Alhamdulilah laporan sudah diterima Bareskrim, atas tindakan tidak menyenangkan atau diskriminatif terhadap Suku Minang yang mengatakan suku Minang itu tidak bisa jadi presiden,” kata Aznil di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2).

Menurut Aznil, kicauan Natalius Pigai lewat akun Twitter, @NataliusPigai2 yang menyebut orang Minang tidak bisa menjadi presiden berpotensi memecah belah bangsa. Dia berharap laporan yang dilayangkannya itu dapat segera ditindaklanjuti oleh penyidik.

Pos terkait