Dahlan Iskan : BUMN Sudah Jadi Zombie, Kok Belum Dikubur

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, SURABAYA – Kebijakan Kementerian BUMN yang saat ini mengkonsolidasikan sejumlah perseroan pelat merah dalam rangka merampingkan sebagian perusahaan yang tidak lagi menguntungkan negara mendapat perhatian dari Dahlan Iskan.

Mantan Menteri BUMN itu mengungkapkan, banyak perusahaan negara yang sudah jadi mayat hidup atau zombie. Pernyataan itu ditujukan Dahlan kepada induk, anak maupun cucu BUMN yang operasionalnya tidak lagi berjalan dan cenderung merugi tapi belum juga dihapus atau dilebur. Bahkan, ada perusahaan tidak layak disebut BUMN karena omzet dan skala usahanya terlalu kecil.

Bacaan Lainnya

“Banyak perusahaan BUMN yang tidak bisa disebut BUMN karena omzet dan skala usahanya terlalu kecil yang sebaiknya, menurut saya, bahkan ada yang sebetulnya sudah tidak layak disebut perusahan yang seperti itu sudah matikan saja. Ibaratnya itu sebetulnya sudah menjadi mayat tapi belum dikubur, sehingga tinggal namanya tetapi masih hidup sebagai BUMN,” ujar dia, Jumat (5/2).

Dahlan mendukung penuh upaya konsolidasi badan usaha yang dilakukan Menteri BUMN, Erick Thohir. Di mana, pemerintah berencana merampingkan perusahaan plat merah hingga tersisa 40 saja. Saat ini, jumlah perusahaan tercatat 107.

“Saya kira setiap menteri BUMN, siapa pun itu, akan selalu mengutamakan konsolidasi dengan kesadaran penuh bahwa jumlah perusahaan BUMN ini terlalu banyak tidak masuk akal karena itu harus konsolidasi, tinggal polanya saja, terserah. Dulu ada ide seperti Temasek super holding,” katanya.

Pos terkait