Demo Kematian Floyd Masih Membara

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, MINNEAPOLIS  – Demo besar masih terjadi di sejumlah kota besar di AS, pada Minggu (7/6/2020). Demo terjadi pasca pembunuhan George Floyd (46), warga Amerika keturunan Afrika, saat ditahan oknum polisi Minneapolis 25 Mei lalu.

Salah satunya terjadi di New York. Setidaknya ada enam kelompok pengunjuk rasa yang berbaris di tengah kota Manhattan sementara sejumlah pengunjuk rasa lain berkumpul di belakang Perpustakaan Umum New York hingga East River.

Bacaan Lainnya

Mereka membawa pesan anti rasisme, Black Lives Matter. Sejumlah poster di bawa yang menunjukkan kritik pada polisi dan diskriminasi yang terjadi.

Demo juga terjadi di Washington. Ribuan pemrotes juga melakukan aksi berlutut di 16th Street, yang mengarah ke Gedung Putih. Mereka, menurut Reuters, meneriakkan kalimat “Aku tak bisa bernapas” yang jadi kata-kata terakhir Floyd saat meninggal.

Pagar tinggi yang baru dibuat mengelilingi Gedung Putih untuk melindungi Presiden AS Donald Trump juga “dihiasi” pengunjuk rasa. Mereka menggantungkan sejumlah spanduk dan poster bertuliskan “Black Lives Matter” dan “Tak Ada Keadilan, Tak Ada Kedamaian”.

Demo ini sendiri sudah terjadi selama dua minggu. Bukan cuma di AS, demo anti rasisme juga menjalar ke sejumlah kota besar dunia, seperti London dan Prancis di Eropa serta Sydney dan Brisbane di Australia.

Di AS demo ini menginginkan reformasi yang luas pada sistem peradilan pidato AS. Termasuk bagaimana perlakuan yang adil pada minoritas.

Floyd, tak bersenjata dengan borgol dan posisi telungkup di jalan meninggal saat seorang polisi kulit putih, Derek Chauvin, berlutut di lehernya selama sembilan menit. Pemakanan Floyd sendiri dijadwalkan dilakukan Selasa (9/6/2020) di Houston.

Sebelumnya demo diwarnai aksi bentrok dan penjarahan. Intensitas mulai menyusut saat Jaksa di Minneapolis menangkap keempat petugas polisi yang terlibat kematian Floyd, di mana Chauvin didakwa melakukan pembunuhan. (*/sef)

Pos terkait