Dokter dan Nakes, ” Kerja Berat, Tapi Insentif Dipotong 50%”

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Sungguh malang nasib para tenaga kesehatan. Di satu sisi, mereka dianggap sebagai pahlawan dalam memerangi Covid-19, namun di sisi lain intensif mereka terancam dipangkas. Tak tanggung-tanggung, nilainya sekitar 50 %.

Berdasarkan Surat Edaran (SE)  pemerintah, perihal permohonan perpanjangan pembayaran insentif dan santunan kematian bagi tenaga kesehatan dan PPDS, Senin (1/2) lalu.  Dimana, terhitung Februari 2021, intentif dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang menangani covid-19 “dikurangi”.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham,  yang dihubungi terkait hal itu, sangat kaget. Dia sangat menyayangkan jika kebijakan itu tetap dilaksanakan. Apalagi saat ini, tenaga kesehatan adalah garda terdepan melawan covid-19.

“Kasian mereka (dokter dan nakes), tanggung jawab dan resiko kerja tinggi, malah insentifnya dikurangi. Bahkan tidak sedikit yang bertarung nyawa dalam memerangi pandemi covid-19,” kata Aliyah, Rabu (3/2).

Aliyah menyebutkan, jika pihaknya tak berhenti menyuarakan hak dokter dan nakes sebagai garda terdepan melawan covid-19.

“Mereka harus diperhatikan dan diperjuangkan. Kasian mereka, kalau santunannya dipotong lagi,” tuturnya. (*/dmk)

Pos terkait