Dua Kejanggalan Ditemukan BPK dalam LKPD Sumbar 2020

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, PADANG – Badan Perwakilan Keuangan (BPK) Sumatera Barat (Sumbar) menemukan kejanggalan dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Sumatera Barat 2020, meski meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Kepala Perwakilan BPK Sumbar Yusnadewi dalam siaran pers di Padang, Jumat, mengatakan temuan itu yakni pembayaran kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam jaringan oleh Dinas Pendidikan Sumbar sebesar Rp 516,7 juta.

Bacaan Lainnya

“Anggaran dalam kegiatan itu tidak sesuai ketentuan,” kata dia.

Selain itu, temuan kedua adalah pengadaan barang untuk penanganan COVID-19 di BPBD Sumbar sebesar Rp 12,47 miliar yang juga tidak sesuai dengan ketentuan. Ia mengatakan meski ada temuan tersebut tidak mempengaruhi kewajaran atas penyajian laporan keuangan pemerintah daerah.

Menurut dia, berdasarkan pemeriksaan BPK atas LKPD Sumbar 2020 beserta rencana aksi yang telah dilakukan Pemprov Sumbar pihaknya menyematkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), namun terdapat penekanan dalam laporan tersebut.Ia mengatakan Sumbar menyajikan realisasi belanja tak terduga sebesar RP 445,6 miliar yang di antaranya direalisasikan sebesar Rp 156,1 miliar untuk pengadaan barang dalam rangka penanganan COVID-19 yang dilaksanakan oleh BPBD Sumbar.

Ia menjelaskan BPBD Sumbar tidak merancang dan melaksanakan suatu pengendalian yang memadai untuk pengadaan dalam rangka penanganan COVID-19. Seharusnya BPBD Sumbar harus membuat suatu pengendalian yang memadai agar proses pengadaan memenuhi ketentuan dan tidak terjadi kecurangan.

Pos terkait