(Eforia) Daerah Istimewa Minangkabau

  • Whatsapp

Hj Yemmelia SE MSI, Tokoh Masyarakat Minang Provinsi Banten

SETELAH sempat mereda selama beberapa waktu, wacana mengubah nama Provinsi Sumatera Barat menjadi Daerah Istimewa Minangkabau, kembali mengemuka. Wacana tersebut, tak lepas dari kicauan “beberapa” masyarakat Minangkabau di perantauan yang merasa perlu dan mungkin saja berkepentingan dengan penggantian nama tersebut.

Bacaan Lainnya

Meski untuk mengubah nama sebuah daerah tidaklah rumit, namun tidak pula gampang, namun kita semua perlu untuk merenung, apakah benar negeri kita sudah harus mengganti namanya dengan Daerah Istimewa Minangkabau.

Jika kita berbicara tentang historis masa lalu, nama Minangkabau tak hanya menyangkut batas administrasi Sumatera Barat saat ini saja, namun melebar hingga ke negeri Jiran Malaysia, Singapura, Kamboja hingga Thailand.

Namun jika dikerucutkan ke skop yang lebih kecil dengan bendera Sumatera Tengah di era awal kemerdekaan Indonesia, maka wilayahnya mencakup Provinsi Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau hingga Kepulauan Bangka Belitung.

Sekarang, kalau kita ingin menjadikan Provinsi Sumatera Barat menjadi Daerah Istimewa Minangkabau, tentunya kita perlu menakar kemampuan daerah untuk itu. Sebab, kita semua tahu, hampir 60 persen masyarakat Minangkabau atau Sumatera Barat berada di perantauan.

Pos terkait