Eropa Tolak Peta Baru Trump-Israel

  • Whatsapp

Kabarsioana.com, BRUSSEL  – Uni Eropa (UE) menolak rencana perdamaian Timur Tengah yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebelumnya, draf perdamaian Trump tersebut sempat membuat heboh karena dianggap pro Israel pekan lalu.

Dalam keputusan resminya ke publik, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borell menilai rencana Trump jauh di luar paramenter persetujuan internasional. “Jika diimplementasikan, pasti tak akan berjalan tanpa tantangan,” kata Borell sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (5/2).
Ia pun mengatakan untuk membangun perdamaian yang adil dan abadi, masalah harus diputuskan melalui negosiasi langsung antara kedua pihak. Secara tidak langsung, ia menegaskan persoalan keduanya harus dibahas langsung oleh Israel dan Palestina sendiri.
Komentar UE ini mendapat kemarahan dari Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat mengatakan bahwa UE menggunakan bahasa yang bernada ancaman.

Bacaan Lainnya

“Fakta bahwa Wakil Uni Eropa, Josep Borrell, memilih untuk menggunakan bahasa yang mengancam terhadap Israel … sangat disesalkan dan … aneh,” kata Haiat dalam postingan Twitternya.

“Kebijakan & perilaku semacam itu adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa peran UE harus diminimalkan.”
Komentar UE ini mendapat kemarahan dari Israel. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat mengatakan bahwa UE menggunakan bahasa yang bernada ancaman.

“Fakta bahwa Wakil Uni Eropa, Josep Borrell, memilih untuk menggunakan bahasa yang mengancam terhadap Israel … sangat disesalkan dan … aneh,” kata Haiat dalam postingan Twitternya.
Sebelumnya, UE juga sempat menolak keputusan Trump pada 2017 dalam mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,. Blok benua biru ini bahkan mengatakan Washington sangat kompromistis pada sebelah pihak sebagai “seorang” mediator perdamaian.

Seperti diketahui, rencana perdamaian Timur Tengah tersebut diumumkan oleh Trump pada pekan lalu bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun rencana itu ditolak mentah-mentah oleh Palestina.

Pasalnya rencana tersebut memasukkan opsi menjadikan Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Selain itu 20% wilayah Tepi Barat, yang kini ditempati Palestina, akan dimiliki oleh Israel. (*/cnbc)

Pos terkait