Forum Keluarga Minangkabau Bersatu (FKMB), Bersama dalam Perbedaan

  • Whatsapp

Oleh : Indra Jaya, ST

Ketua umum Forum Keluarga Minangkabau Bersatu

Bacaan Lainnya

“Mambangkik Batang Tarandam”, Basamo mangkonyo jadi, Basatu mangkonyo kuek. Filosofi ini terus dan senantiasa didengungkan, sebagai bukti cinta masyarakat Minangkabau yang berada di tanah rantau kepada kampung halamannya.

Berangkat dari sebuah harapan akan kebangkitan marwah Minangkabau di seluruh dunia dan asa bersama terhadap manfaatnya bersatu di dalam sebuah wadah pemersatu, untuk “mangumpuakan nan taserak, mahimpun nan tasisiah, manjapuik nan tingga” dengan sebuah wadah yang mampu menjembatani setiap warga Minangkabau dimana saja berada sesuai dengan filosofi masyarakat Minangkabau, Dimano Bumi dipijak, Disinan Langik dijunjuang dan manjadi pengabek jo paubek hati rindu kita bersama akan Ranahminang dan kampuang halaman.

Melihat kondisi dan situasi yang terjadi di lapangan dengan banyaknya konflik kepentingan yang muncul demi sebuah ego di wadah atau organisasi yang selama ini coba kita bangun dan terus digadang-gadangkan yang ternyata tidak dikelola dengan baik serta bijak oleh oknum yang tidak menyertakan raso jo pareso dalam mengelola organisasi orang Minang.

Selain itu, adanya oknum pengurus yang tidak menghargai anggota dan pengurus lainnya yang memiliki hak untuk bersuara, didengar dan di terima sumbang sarannya serta hilangnya falsafah Minangkabau “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

Pos terkait