Gatot Nurmantyo : Memalukan, Tak Sedetikpun Jadi Anggota Tiba-Tiba Jadi Ketua Umum

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Kecamatan dan sindiran terhadap Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang menerima jabatan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, terus saja berdatangan. Kali ini, hal senada meluncur dari Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Bagi Gatot Nurmantyo, menjadi pemimpin partai tetapi tidak pernah menjadi kader partai adalah sebuah tindakan yang memalukan.

Bacaan Lainnya

“Bagaimana saya harus mempertanggungjawabkan, apabila saya ikut dengan cara yang tidak terhormat, tidak pernah sedetik pun saya menjadi anggota Demokrat, kemudian saya melakukan hal yang seperti ini,” kata Gatot Nurmantyo dikutip dari tayangan YouTube Mata Najwa, Rabu (10/3).

“Bagaimana pertanggungjawaban saya kepada istri, anak, cucu, dan mantan prajurit-prajurit dan keluarga saya. Betapa memalukannya itu,” tambah Gatot.

Gatot Nurmantyo kemudian meminta siapa pun mantan prajurit TNI yang ingin melanjutkan pengabdian ke dunia politik untuk melandasinya dengan etika dan kehormatan prajurit.

“Etika politik yang berkepribadian,” tegas Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut, Gatot pun memberi contoh sejumlah mantan prajurit TNI yang melanjutkan pengabdian ke dunia politik dengan cara bersikap kesatria, beretika, dan bermoral. Di antaranya Wiranto yang keluar dari Golkar kemudian membuat partai Hanura dan Prabowo Subianto yang mendirikan Partai Gerindra. Termasuk, katanya, Surya Paloh yang merupakan anak ABRI membentuk Nasional Demokrat (Nasdem).

Pos terkait