Gegara Hutang, Kepala Desa di Banten Diculik

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, SERANG – Diduga terlilit hutang, Kajaeni (53), seorang kepala desa di Kamaruton, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, menjadi korban penculikan. Dia disekap selama 20 hari sejak 16 Januari lalu.

“Korban ini kepala desa, punya hutang piutang sekitar Rp 50 juta. Diculik tanggal 16 Januari dan baru kita bebaskan Jumat kemarin (5 Februari 2021),” kata Kasatreskrim Polres Serang, AKP David Adhi Kusuma, Senin (08/02).

Bacaan Lainnya

Mulanya, Kujaeni menghubungi istrinya untuk menyiapkan uang sebesar Rp50 juta untuk membayar hutang. Kujaeni menghubungi istrinya pada 16 Januari atau hari pertama disekap.

Sang istri curiga. Terlebih, suaminya pun tak kunjung pulang. Dia lalu melapor ke Polres Serang. Kepolisian lantas menyelidiki.

Baru pada Jumat lalu (5/2) sekitar pukul 04.00 WIB, Satreskrim Polres Serang mengetahui keberadaan korban di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cadika, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.

Saat penggerebekan, polisi menangkap satu tersangka yakni NM. Dua tersangka lainnya, yaitu BW dan MM tidak berada di lokasi penyekapan.

“Di rumah kontrakan itu hanya ada korban dan pelaku yang ikut menculik korban,” kata AKP David.

Polisi kemudian menginterogasi dan mengumpulkan informasi dari korban dan pelaku. Masih di hari yang sama, polisi mendatangi rumah BW dan MM, namun kedua pelaku tidak ada.

Pos terkait