Gugatan Praperadilan Keluarga Laskar FPI yang Tewas Ditembak Ditolak

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Pupus sudah harapan keluarga korban laskar FPI yang tewas ditembak oknum polisi untuk mempraperadilankan polisi. Sebab, majelis hakim praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menggelar sidang tersebut memutuskan menolak semua gugatan dari kelaurga korban terkait insiden di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek

Sidang putusan tersebut memutus dua gugatan yang diajukan oleh keluarga M Suci Khadavi. Pertama yakni gugatan teregistrasi dengan nomor 154/Pid.Pra/2020/PN.JKT.SEL terkait barang pribadi yang disita polisi dan gugatan kedua yakni dengan nomor 158/Pid.Pra/2020/PN.JKT.SEL tentang penangkapan tak sah. Kedua gugatan itu ditolak hakim.

Bacaan Lainnya

Untuk gugatan pertama yang menyoal penyitaan barang pribadi M Suci Khadavi, hakim menilai apa yang dilakukan polisi telah sah secara hukum. Selain itu, barang tersebut digunakan untuk kepentingan penyidikan.

“Menimbang bahwa barang bukti penyitaan M Suci Khadavi telah disetujui PN Jaksel oleh karenanya barang bukti termohon telah sesuai dengan KUHAP oleh karenanya sah menurut hukum,” kata hakim saat membacakan putusan, Selasa (9/2).

“Mengadili menolak praperadilan pemohon seluruhnya,” tegas hakim.

Adapun dalam gugatan ini, keluarga M Suci Khadavi awalnya menggugat penyitaan barang-barang milik korban yakni 1 set seragam Laskar FPI; HP Oppo F11; Sim A dan Sim C atas nama M Suci Khadavi; Kartu Mahasiswa atas nama M Suci Khadavi; dan uang untuk biaya bayar kuliah Rp 2,5 juta. Dalam gugatan ini, pihak tergugat adalah Kapolri cq Kabareskrim.

Pos terkait