Hanya 10 Hari Dibangun, RS Virus Corona di China Rampung

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, WUHAN – Rumah sakit khusus penderita virus corona atau novel coronavirus 2019 (2019-nCoV) akhirnya rampung dibangun di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, dan siap dibuka mulai Senin (3/2). Pembangunannya kilat, hanya memakan waktu 10 hari dan mampu menampung hingga 1.000 pasien.
Pembangunan Rumah Sakit Huoshenshan (Fire God Mountain) tersebut dimulai pada 23 Januari lalu dan diserahterimakan pada Minggu (2/2). Nantinya, seluruh penderita virus corona akan dirawat di rumah sakit ini.
Rumah Sakit Huoshenshan itu didirikan di atas lahan seluas 34 ribu meter persegi di pinggir Danau Caidian Zhiyin, Wuhan. Rumah Sakit Huoshenshan dibangun menggunakan bahan jadi atau prefabricated material.
Jadi panel-panel dinding, jendela, hingga atap sudah dibuat sebelumnya sehingga tinggal dirakit. Rakitan ini yang akhirnya menjadi satu kesatuan bagian bangunan yang menyerupai kontainer medis.
Selain Huoshenshan, pemerintah China juga membangun rumah sakit khusus virus corona lainnya di Wuhan, yakni Rumah Sakit Leishanshan yang berkapasitas 1.500 tempat tidur.
Rumah Sakit Leishenshan diprediksi akan mulai digunakan pada 6 Februari mendatang.
‘Mission Impossible’ menjadi ‘Possible’
Pemerintah China membangun Rumah Sakit Huoshenshan meniru konsep Rumah Sakit Xiaotangshan di Beijing yang dibangun saat SARS pada 2003 silam. China membangun Rumah Sakit Xiaotangshan dalam waktu tujuh hari, rekor tercepat dalam sejarah konstruksi.
Dilansir Xinhua, kontraktor proyek sempat menganggap misi pembangunan Rumah Sakit Huoshenshan dalam waktu 10 hari adalah proyek ‘impossible’ alias mustahil. Meski berbentuk rumah sakit sementara, namun ‘mission impossible’ harus dilaksanakan dalam waktu yang terbatas.
“Untuk proyek skala ini, biasanya membutuhkan setidaknya dua tahun,” kata Manajer Proyek Third Construction Co Ltd, Fang Xiang, dari China Construction Bureau of Third Engineering Bureau.
“Butuh setidaknya sebulan untuk membangun sebuah bangunan sementara, belum lagi rumah sakit baru untuk penyakit menular,” imbuhnya.
Rekan kerja Fang, Shen Kai, menjelaskan pihaknya menghabiskan waktu setidaknya lima jam untuk rencana desain rumah sakit dan membuat konsep desain dalam waktu 24 jam. Pembangunan rumah sakit ini melibatkan tiga perusahaan konstruksi.
“Saya tidak pernah terlibat dalam tugas mendesak seperti ini, dan saya belum pernah melihat begitu banyak perusahaan yang terlibat dalam satu proyek,” kata Shen. “Ini adalah pekerjaan yang sulit, tapi kami harus berusaha sebaik mungkin.”
Selain itu, pihak Biro Konstruksi Perkotaan dan Pedesaan Wuhan tak menampik adanya kendala terkait pekerja dan ahli konstruksi yang didatangkan dari pelosok negeri. Pemerintah Wuhan kesulitan dalam menyediakan makanan dan tempat tinggal yang memadai bagi para pekerja.
Terletak di sanatorium dekat Danau Zhiyin di barat daya Wuhan, Rumah Sakit Huoshenshan jauh dari pusat kota. Keuntungan dari daerah ini adalah sudah memiliki sistem transportasi dan saluran pipa yang memadai. Sanatorium juga sudah memiliki ruang makan dan asrama yang siap untuk memberikan layanan.
Pembangunan rumah sakit ini bermula dari kekhawatiran akibat meningkatkan jumlah pasien virus corona yang drastis di Wuhan pada 23 Januari lalu, dari 495 orang menjadi 4.109 orang.
Meningkatnya jumlah pasien secara mengejutkan ini berdampak pada kurangnya fasilitas medis di Wuhan, khususnya untuk tempat tidur. Banyak pasien yang harus tinggal di rumah untuk karantina dan perawatan.
Jumlah penderita virus corona terus meningkat setiap harinya. Hingga kini, total kematian akibat virus corona sudah mencapai 362 jiwa. Kematian pertama akibat virus corona di luar China terjadi di Filipina. Sementara jumlah penderita di seluruh dunia mencapai lebih dari 17 ribu orang.
Di Provinsi Hubei jumlah penderita virus corona mencapai lebih dari 11 ribu orang dengan total kematian 350 jiwa. (*/kmp)

Pos terkait