Harimau Mangsa Lembu Milik Warga di Langkat

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, MEDAN – Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali memangsa lembu milik warga di Dusun Penampean, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Langkat.

Dalam peristiwa itu, 1 ekor lembu ditemukan dalam keadaan mati dan 1 lagi masih hidup, namun terluka parah. Pemilik lembu lainnya melaporkan ada 4 ekor yang hilang.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wil V Bahorok BBTNGL, Palber Turnip mengatakan, informasi adanya ternak warga dimangsa harimau diterima pada Selasa (12/5) pagi.

Ia mengaku, saat ini pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi dengan kekuatan 7 orang dengan 1 pucuk senjata api untuk mengamankan lokasi dan warga.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan mitra/relawan dan Forkompimcam.  Keberadaan tim di lokasi, katanya, untuk memberi rasa aman dan membatasi warga untuk sementara ke ladang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, misalnya warga bertindak sendiri.

“Kita temukan di lapangan 1 ekor lembu dalam keadaan mati di semak-semak dan 1 lagi sekarat, karena terluka parah di bagian leher dan paha kiri. Itu udah positif serangan harimau,” ujarnya.

Bangkai lembu tersebut, akan dibiarkan di lokasi sampai dihabiskan. Sedangkan yang masih hidup, dirinya meminta kepada pemiliknya untuk memotongnya sehingga bisa dijual dagingnya.  Menurutnya, kasus ini adalah yang pertama terjadi di Dusun Penampean.

“Tiga tahun dulu pernah ada laporan, tapi tak ada nampak bangkai ataupun jejaknya. Laporannya ada. Sekarang ini lah baru ada bukti bangkainya,” katanya.

Selain ada 2 lembu yang diserang harimau, pihaknya menerima informasi dari pemilik lembu yang lain bahwa ada 4 ekor lembu yang hilang.  Namun, kemungkinan 4 lembu itu kabur karena melihat kehadiran harimau tersebut.

“Sesuai prosedur kita memasang camera trap di lokasi. Untuk mengetahui apakah itu harimau yang sama yang kemarin memangsa di Bahorok. Soal 4 ekor lembu hilang atau tidak nampak itu, kemungkinan kabur melihat kehadiran harimau,” cetusnya.

Lokasi kejadian ini berada di kawasan yang hanya 1 km dari perbatasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Sementara, jarak antara Desa Sei Musam ke Bahorok, sejauh 20 km. Jarak tersebut masih masuk dalam radius jelajah harimau yang sama.(*/sns)

Pos terkait