Hj Yemmelia : Warga Perantauan Minang Sulit Bersatu, Tapi Mampu Membangun Kebersamaan

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Berbicara tentang masyarakat Minangkabau yang berada di perantauan, tentunya berbicara tentang sebuah karakter yang begitu kompleks. Dimana mereka merupakan kaum yang kuat, tangguh dan tentunya tak mudah untuk menyerah. Dengan segala kelebihan itu, mereka menjadi kaum yang egaliter sehingga sulit untuk diperintah oleh siapapun.

Meski sulit untuk diperintah atau disatukan dalam sebuah wadah, namun masyarakat Minang membuktikan mereka bisa tumbuh dan berkembang dalam sebuah kebersamaan dan kepedulian terutama saat dihadapkan pada kampung halamannya dan juga persoalan yang dihadapi oleh saudara mereka yang ada di tanah rantau itu.

Bacaan Lainnya

“Egaliter bukan sebuah kelemahan, namun justru sebuah sumber kekuatan bagi masyarakat Minang. Sehingga mereka bisa besar dan berkembang di tanah rantau yang pastinya jauh dari sanak saudara yang berada di kampung halaman,” ucapnya.

Selaku Sekretaris Jenderal DPP Induk Keluarga Minangkabau, Bundo Yemmelia sangat menyadari hal itu. Karenanya, pola kebersamaan selalu dikedepannkannya dalam mengelola dan membesarkan organisasi Induk Keluarga Minang.

Hasilnya, saat ini selain telah hadir di 24 provinsi di seluruh Indonesia, Yemmelia dengan bangga mengatakan, dalam waktu dekat Induk Keluarga Minang Luar Negeri segera dikukuhkan.

Pos terkait