Ingin Tenar, Belasan Remaja Tawuran di Jakbar

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Belasan remaja yang baru duduk di bangku SMP tawuran di Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, pada Sabtu 29 Agustus 2020.

Alasannya, meraka hanya ingin tenar. Maka, para ABG itu pun mengunggah aksinya di Instagram hingga menjadi viral.

Bacaan Lainnya

Dalam video yang dibagikan instagram @jakarta.terkini pada Senin 31 Agustus 2020, malam, disebutkan sejumlah pemuda tawuran di Kota Bambu Utara.

Kapolsek Palmerah, Kompol Supriyanto pun membenarkan video tersebut. Namun ia menjelaskan kejadian tawuran itu terjadi pada Sabtu 29 Agustus. Tawuran berlangsung selama lima menit itu melibatkan bocah-bocah di RW 8 dan RW3 Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.

“Memang sengaja itu mereka viralkan agar tayang di media sosial. Jadi kaya mau menunjukan jago-jagoan saja,” kata Supriyanto dihubungi Selasa (1/9/2020).

Supriyanto mengatakan, ke-16 anak di bawah umur itu mengaku bangga ketika video tawurannya diviralkan oleh akun media sosial ternama. Hal itu diketahui ketika polisi memeriksa para bocah yang rata-rata berusia 12 tahun sampai 14 tahun.

Ketika diperiksa, para bocah itu mengaku sengaja tawuran agar direkam dan disebar luaskan di media sosial. Saat ini polisi sudah memulangkan mereka ke orang tua masing-masing. Sebab mereka diketahui masih di bawah umur.

“Kami sudah panggil orang tuanya dan buat surat pernyataan. Rencananya akan kami panggil pihak sekolahnya,” papar Supriyanto.

Namun demikian, mayoritas dari anak-anak itu sudah tidak bersekolah sehingga tidak takut ketika diancam akan dilaporkan ke pihak sekolah. “Mayoritas sudah enggak sekolah. Jadi tidak takut jika diancam KJP dicabut,” ungkap Supriyanto.
Meski demikian, polisi masih mencari barang bukti berupa senjata tajam yang dipakai pelaku tawuran. Diduga senjata tersebut dibuang para pelaku tawuran ketika dikejar polisi.

Supriyanto mengakui tawuran di Kota Bambu Utara sudah sering terjadi. Bahkan tawuran yang biasa dipelopori bocah SMP itu membuat warga jadi terbiasa.

Dia mengaku tengah mencari solusi agar dapat meredam tawuran yang diinisiasi anak-anak labil itu. Dirinya pun membutuhkan dukungan dari orang tua dan tokoh masyarakat setempat agar tawuran tidak terus terulang. (*/aky)

Pos terkait