Ini Lho, Isi SKB Tiga Menteri Terkait Larangan Atur Seragam Agama

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Pemerintah pusat melalui  Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, telah menerbitkan aturan terkait seragam ataupun atribut siswa dengan kekhususan agama di sekolah negeri.

Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, surat tersebut bertujuan agar murid maupun tenaga pendidikan di sekolah bebas memilih seragam dengan atau tanpa kekhususan agama.

Bacaan Lainnya

“Kuncinya hak dalam sekolah negeri untuk pakai atribut kekhususan agama itu adanya di individu guru, murid, orang tua, bukan keputusan sekolah di sekolah negeri,” kata Nadiem.

Secara terperinci, inilah aturan dan ketentuan dalam SKB tersebut :

Pertama : SKB tersebut menyasar sekolah negeri yang diselenggarakan pemerintah.

Kedua : Peserta didik, pendidik, maupun tenaga kependidikan memiliki hak memilih memakai seragam dan atribut tanpa kekhususan keagamaan atau seragam dan atribut dengan kekhususan keagamaan.

Ketiga : Pemerintah daerah dan sekolah tidak diperbolehkan mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama.

Keempat : Peraturan ini mewajibkan kepala daerah dan kepala sekolah mencabut aturan yang mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama paling lama 30 hari sejak keputusan bersama tersebut ditetapkan.

Pos terkait