‘Invisible Hand’ di Balik Pembatalan RUU Pemilu

  • Whatsapp
'Invisible Hand' di Balik Pembatalan RUU Pemilu

Kabarsiana.com, JAKARTA – Jika awalnya para politisi di Senayan kompak bersuara untuk menuntaskan RUU Pemilu, maka belakangan mereka justru mengambil sikap berlainan dan cenderung ambivalen dengan RUU yang awalnya sudah masuk meja pembahasan itu.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengatakan ada invisible hand alias tangan yang tak terlihat di balik pembatalan pembahasan Rancangan Undang Undang Tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu).

Bacaan Lainnya

Mardani menyebut keberadaan tangan tak terlihat mulai terasa saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan sejumlah mantan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf untuk membahas RUU Pemilu pada akhir Januari 2021. Menurutnya, setelah pertemuan itu sikap sejumlah partai politik terhadap pembahasan RUU Pemilu berubah.

“Pertama tadi, secara teknis ada invisible hand, ketika Pak Jokowi menyatakan perubahan, kemudian mengundang juru bicara TKN maka berubah ya,” kata Mardani dalam diskusi yang berlangsung secara daring, Kamis (11/2).

Mardani mengatakan perubahan sikap terhadap RUU Pemilu, khususnya soal waktu penyelenggaraan pilkada yang hendak dinormalisasi dari 2024 menjadi 2022 dan 2023, terjadi setelah hasil survei yang buruk muncul ke publik.

Pos terkait