Jakarta Zona Merah Penyebaran Corona

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi pembicara kunci dalam webinar terkait pelaksanaan Salat Iduladha dan Kurban di Masa Pandemi via akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Rabu (29/7). Dalam kesempatan itu, Anies mengungkapkan update terkini terkait penanganan Covid-19.

“Setiap hari kita mendengarkan ada kasus baru di Jakarta. Hari ini angkanya juga agak besar, di atas 400. Ini nanti akan diumumkan sore ini. Jumlahnya itu persisnya kita akan ada 584 kasus baru,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurut Anies, kasus konfirmasi positif Covid-19 di ibu kota tinggi tak lepas dari strategi Pemprov DKI Jakarta yang mencari orang-orang yang terpapar Covid-19. Mereka lantas diisolasi, kemudian diputus mata rantai penularan virus corona.

“Kalau Jakarta hanya ingin nampak angkanya kecil maka pemprov tidak usah melakukan testing. Dijamin angka Covid-19 langsung turun. Langsung turun angka Covid-19. Tetapi masalah wabahnya tidak turun, wabahnya tetap jalan terus. Tapi kita akan dapat pesan yang salah di luar sana masih ada wabah tapi kita tidak secara aktif mencari,” kata Anies.

“Nah yang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta adalah melakukan pengetesan sebanyak mungkin, mencari orang-orang yang positif. Begitu ketemu positif kalau dia tanpa gejala, tidak berisiko, isolasi mandiri. Kalau dia memiliki gejala atau berisiko, maka akan diminta isolasi di rumah sakit,” lanjut eks menteri pendidikan dan kebudayaan itu.

Anies menjelaskan, target pengetesan di Jakarta minimal 10 ribu orang per pekan. Akan tetapi, dalam sepekan terakhir, 43 ribu orang sudah dites. Dari total pengetesan, ada 6,3% yang positif terjangkit Covid-19. Anies bilang, kalau mereka ini tidak ketahuan, maka akan menularkan ke lebih banyak orang lagi.

“Jadi saya berharap kepada semuanya nanti ikut membantu menjelaskan bahwa angka positif yang ditemukan di Jakarta itu harus disyukuri. Kalau mereka tidak ketemu maka mereka menularkan. Bayangkan kalau seseorang terpapar Covid-19 tapi dia tidak tahu terpapar Covid-19, maka dia menularkan pada istrinya, anaknya, pada teman kerjanya, pada orang tuanya. Tapi dengan orang ini ketemu maka dia bisa mencegah dirinya menularkan pada orang lain,” ujar Anies.

“Jadi kami di Jakarta, saya selalu sampaikan kalau ada angka positif itu harus kita syukuri ketahuan. Banyak dari kita yang menganggap kalau positif berarti masalah. Memang kita masih punya wabah. Sedunia masih ada wabah. Pilihannya adalah mau ditemukan atau tidak. Kalau tidak ditemukan angkanya nanti kecil. Kalau kecil mungkin kita bersyukur alhamdulillah tambahnya hari ini cuma 10, lha iya yang ditesnya sedikit. karena tidak berusaha diketahui. Kalau kami di Jakarta justru meningkatkan kegiatan testing untuk menyelamatkan nyawa,” lanjutnya.

Seperti diketahui, DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi yang menjadi perhatian pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan DKI Jakarta menjadi perhatian karena hampir semua berada di zona merah.

“Zonasi risiko di DKI Jakarta, 5 kota semuanya risiko tinggi, zona merah. Hanya satu yakni Kepulauan Seribu dengan risiko sedang. Ini harus menjadi perhatian,” kata Wiku dalam keterangan pers dari Graha BNPB, Selasa (28/7).

Jika dibandingkan dengan pekan lalu (19/7), hanya dua wilayah dengan zona merah Covid-19 di DKI Jakarta, yakni Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Bahkan pada 21 Juni, ada satu daerah zona hijau, yakni Kepulauan Seribu yang saat ini sudah berubah menjadi risiko sedang.

“Terlihat disini dalam minggu terakhir kasusnya meningkat cukup drastis dari seminggu sebelumnya, dari 1.880 kasus menjadi 2.679. Ini adalah peningkatan yang cukup pesat,” ujar Wiku. (*/miq/dob)

Pos terkait