Indonesia Harus Berbenah Agar tak Berkeping

  • Whatsapp

Kabarsiana. YOGYAKARTA – Penyelenggara negara harus melakukan pembenahan dan perbaikan dalam pengelolaan negara ini, karena Indonesia yang bak sekeping surga bisa berubah menjadi sekeping neraka jika tak ada perbaikan jelang 100 tahun peringatan kemerdekaan.

Peringatakan sekaligus kritik tajam itu, dihembuskan ulama Ahmad Syafii Maarif yang merasa prihatin dengan kondisi Indonesia saat ini.

Bacaan Lainnya

Statemen demikian disampaikan ‘Buya’ Syafii dalam bedah buku daring ‘Bernegara Hukum Tanpa Budaya Malu’ karya Sudjito, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Selasa (9/20), dalam rangka Dies Natalis ke-75 FH UGM.

“Kalau Indonesia terletak di selatan Sahara, Afrika, kita sudah lama gulung tikar, kita jadi negara gagal. Tapi karena kita ada di kawasan khatulistiwa, alamnya dermawan, walau sudah dirusak, masih juga memberi harapan,” tutur mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Buya menyebut Indonesia menghadapi berbagai persoalan, seperti rentetan korupsi dan perusakan alam. Korupsi bahkan terjadi sejak 1970-an oleh Pertamina, lalu di masa berbeda terjadi skandal BLBI, Lapindo, Bank Bali, hingga kasus-kasus terbaru seperti Jiwasraya, Bumiputera, dan Asabri.

“Kalau begini terus, saya khawatir kalau peringatan ini tidak didengar oleh pengambil keputusan, oleh presiden dan menteri, kita menghadapai masalah yang sangat berat sebelum 100 tahun Indonesia merdeka. 2045 itu sebentar lagi,” tuturnya.

Pos terkait