Junta Militer Myanmar Putus Jaringan Internet

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, YANGON – Pengambilalihan paksa pemerintahan oleh junta militer di Myanmar, tak hanya membuat Aung San Suu Kyi dan toho nasionalis lainnya tersingkir, namun juga membuat masyarakat marah. Karena junta militer memutus jaringan internet di penjuru Myanmar.

Hal itu memicu demonstran yang anti-kudeta, menggelar aksi di kota terbesar di Myanmar, Yangon, pada Sabtu (6/2). AFP melaporkan bahwa sedikitnya 1.000 demonstran bergerombol di jalan dekat Universitas Yangon. Para pemrotes meneriakkan penolakan mereka terhadap kudeta sambil mengangkat salam tiga jari ke angkasa.

Bacaan Lainnya

Salam tiga jari itu terkenal dalam film Hunger Games yang melambangkan pemberontakan terhadap sistem otoriter.

“Diktator militer, gagal, gagal! Demokrasi, menang, menang!” teriak para pengunjuk rasa yang turut mendesak militer membebaskan pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang telah menjadi tahanan rumah.

Banyak pedemo juga membawa slogan-slogan anti kudeta. Salah satu slogan berbunyi “Melawan Kediktatoran Militer.”

Sebagian besar pengunjuk rasa juga mengenakan pakaian serba merah dan bendera merah yang melambangkan partai Suu Kyi, National League for Demokrasi (NLD).

Ini merupakan protes besar perdana yang berlangsung di Myanmar sejak militer mengambil alih kekuasaan pemerintah Myanmar tak lama setelah menahan Suu Kyi dan pejabat lainnya pada Senin pekan ini.

Pos terkait