Kabaintelkam: Diaspora Papua Terlibat Gerakan Separatisme

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komisaris Jenderal Paulus Waterpauw, mengatakan, sejumlah kelompok diaspora Papua yang tinggal di berbagai negara terlibat dalam pergerakan separatisme Papua.

Mereka di antaranya Oktovianus Mote (Amerika Serikat), Jacob Rumbiak (Australia), Rex Rumakiek (Vanuatu), Leonie Tanggahma (Belanda), dan Benny Wenda (Inggris).

Bacaan Lainnya

“Ada kelompok diaspora yang memang selalu membawa permasalahan-permasalahan di berbagai negara,” ujar Paulus dalam simposium nasional yang disiarkan daring, Senin (10/5).

Dia melanjutkan, juru bicara dan aktor penting Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo, telah ditangkap pada awal Mei 2021. Nama-nama yang dia sebutkan itu diduga berkolaborasi dengan media, gereja, badan eksekutif mahasiswa (BEM), aliansi mahasiswa Papua, dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Dia mengatakan, KKB Papua mempunyai perlengkapan persenjataan. Terdapat empat kabupaten rawan gangguan KKB, yakni Intan Jaya, Mimika, Puncak, dan Nduga, yang didiami sejumlah kelompok KKB.

Intan Jaya ada kelompok KKB yang dipimpin Sabinus Waker, Undius Kogoya, dan Lewis Kogoya. Puncak ada lima kelompok KKB yakni Goliat Tabuni, Lekagak Telenggen, Peni Murib, dan Ando Waker.

Kemudian di Mimika dan Nduga terdapat masing-masing satu kelompok KKB yakni Joni Botak dan Egianus Kogoya. Menurut Paulus, peningkatan unsur-unsur kekerasan dan teror tidak hanya ditujukan kepada aparat, tetapi juga menyasar masyarakat sipil dan merusak fasilitas warga.

Pos terkait