Kasus Covid Global Tembus 17 Juta

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, WASHINGTON –  Jumlah kasus infeksi virus corona (COVID-19) global mencapai 16.871.740 kasus per Rabu (29/7) pukul 6.30 WIB. Dari total itu, 661.985 orang meninggal dunia dan 10.433.301 sembuh.
Sementara itu, total kasus aktif ada sebanyak 5.776.454, dengan perincian 5.709.830 (99%) sakit dalam kondisi ringan dan 66.624 (1%) dalam kondisi serius atau kritis.

Pertumbuhan pesat jumlah kasus baru terjadi di banyak negara dunia, mulai dari negara-negara Amerika, Eropa, sampai dengan Asia. Bahkan beberapa negara dan kawasan yang sebelumnya bisa mengendalikan kasus, kini terancam serangan gelombang II.

Bacaan Lainnya

Di Jerman misalnya, negara yang sebelumnya telah berhasil menekan penyebaran wabah itu, kini melaporkan peningkatan kasus-kasus baru. Bahkan angkanya cukup signifikan.

Sebagaimana disampaikan The Local, Robert Koch Institute (RKI) yang mengawasi penyebaran wabah itu di Jerman, pada Selasa mengatakan bahwa peningkatan cepat dalam jumlah kasus baru virus corona Jerman sangat mengkhawatirkan. Oleh karenanya lembaga itu kembali mendesak warga untuk menjaga jarak dan memakai masker.

“Kita harus mencegah agar virus itu tidak lagi menyebar dengan cepat dan tidak terkendali,” kata kepala Robert Koch Institute Lothar Wieler kepada wartawan.

“Perkembangan terakhir dalam jumlah kasus COVID-19 sangat memprihatinkan bagi saya dan kita semua di RKI.”

Selama tujuh hari terakhir, Jerman telah melaporkan rata-rata 557 kasus baru per hari, naik dari sekitar 350 pada awal Juni.

“Kami belum tahu apakah ini adalah awal dari gelombang kedua tetapi tentu saja bisa,” kata Wieler.

“Tetapi saya optimis bahwa jika kita mengikuti aturan kebersihan, kita dapat mencegahnya, itu terserah kita.”

Akibat kemunculan kasus-kasus baru, kementerian luar negeri Jerman telah memperbarui panduan perjalanannya pada hari Selasa. Lembaga itu merekomendasikan untuk menghindari perjalanan ke tiga wilayah di Spanyol utara yang kini sedang bergulat dengan wabah baru.

“Perjalanan yang tidak penting, wisata ke komunitas otonom Aragon, Catalonia dan Navarra saat ini tidak dianjurkan karena infeksi tingkat tinggi yang baru dan penguncian lokal,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan.

Baca: Berlomba dengan Jatim, Kasus Corona di Jakarta Nyaris 20.000
Menurut Worldometers, Jerman saat ini memiliki 207.951 kasus dengan 9.220 kematian dan 191.400 sembuh. Ini menjadikan Jerman sebagai negara ke-18 yang memiliki kasus COVID-19 terbanyak di dunia.

Selain Jerman, Hong Kong dan Vietnam juga dilanda ketakutan serangan kedua. Di Hong Kong pemerintah akhirnya mengetatkan kembali jarak sosial dan melarang makan di restoran sedangkan di Vietnam, virus yang merebak di area wisata Da Nang membuat isolasi dilakukan pada 80 ribu warga.

Berikut adalah daftar 10 negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia saat ini.

1. Amerika Serikat: 4.494.450 kasus, 152.145 meninggal, 2.174.342 sembuh.

2. Brasil: 2.483.191 kasus, 88.539 meninggal, 1.721.560 sembuh.

3. India: 1.532.135 kasus, 34.224 meninggal, 988.770 sembuh.

4. Rusia: 823.515 kasus, 13.504 meninggal, 612.217 sembuh.

5. Afrika Selatan: 459.761 kasus, 7.257 meninggal, 287.313 sembuh.

6. Meksiko: 395.489 kasus, 44.022 meninggal, 256.777 sembuh.

7. Peru: 389.717 kasus, 18.418 meninggal, 272.547 sembuh.

8. Chile: 349.800 kasus, 9.240 meninggal, 322.332 sembuh.

9. Spanyol: 327.690 kasus, 28.436 meninggal, tidak ada data sembuh.

10. Inggris: 300.692 kasus, 45.878 meninggal, tidak ada data sembuh. (*/res)

Pos terkait