Keterlaluan, Manajemen Sebuah Rumah Sakit di Bandung Potong Insentif Nakes hingga 70%

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA – Saat semua pihak menggantungkan harapan secara penuh kepada tenaga kesehatan agar mereka selamat dari paparan virus corona, ternyata masih ada saja pihak-pihak yang tak memperlakukan tenaga kesehatan sebagaimana seharusnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam keterangannya, mengaku menerima informasi adanya pemotongan insentif tenaga kesehatan (nakes) sebesar 50 sampai 70 persen oleh pihak manajemen rumah sakit. KPK langsung menegur dan mengingatkan kepada pihak manajemen rumah sakit agar tidak semena-mena memotong instentif nakes.

Bacaan Lainnya

“KPK mengimbau kepada manajemen rumah sakit agar tidak melakukan pemotongan insentif yang diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes). KPK menerima informasi terkait adanya pemotongan insentif nakes oleh pihak manajemen RS dengan besaran 50 hingga 70 persen,” kata Plt Juru Bicara bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati, Selasa (23/2).

Ipi menjelaskan, dari informasi yang dikantongi KPK, insentif yang dipotong itu kemudian diberikan kepada nakes atau pihak lainnya yang tidak berhubungan langsung dalam penanganan pasien Covid-19.

Sekedar informasi, pada Maret hingga akhir Juni 2020, melalui kajian cepat terkait penanganan Covid-19 khususnya di bidang kesehatan, KPK menemukan sejumlah permasalahan terkait pembayaran insentif dan santunan tenaga kesehatan berdasarkan analisis terhadap Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No.HK.01.07/MNENKES/278/2020.

Pos terkait