Khofifah Kaji Penerapan PSBB se-Jawa Timur

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bakal menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda untuk mengkaji pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB tingkat provinsi. Dalam rapat itu, Khofifah juga bakal meminta pertimbangan dari ahli epidemiologi.

“Kami masih akan menelaah lagi, bersama tim epidemiologis FKM Unair Surabaya, terkait perlu apa tidaknya memberlakukan PSBB tingkat provinsi,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kompleks Pemprov Jawa Timur, Surabaya, Kamis (14/5) malam.

Bacaan Lainnya

“Dalam waktu dekat Forkopimda Provinsi Jatim akan menggelar rakor virtual dengan Forkopimda kabupaten/kota se-Jatim untuk membahas ini. Hasilnya tunggu saja nanti akan kita publish,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, secara kuantitatif jumlah kasus positif virus corona di Jawa Timur sebanyak 1.858 orang. Angka ini menduduki peringkat kedua nasional dibawah DKI Jakarta yang mencapai 5.688 kasus.
Namun, berdasarkan data persentase per 100 ribu jumlah penduduk, Jawa Timur menempati urutan kedelapan dari seluruh Indonesia.

“Secara persentase per 100 ribu jumlah penduduk Jatim menempati urutan delapan di bawah DKI Jakarta, Sulsel, NTB, Bali, Sumbar, Sumsel dan Jatim,” bebernya.

Saat ini, seluruh wilayah atau 38 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menjadi zona merah COVID-19. Baru enam daerah yang sudah memberlakukan PSBB, yakni Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik (Surabaya Raya). Kemudian, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu (Malang Raya).(*/kpr)

Pos terkait