Larangan Mudik Diapresiasi Negatif Oleh 67 Persen Masyarakat

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, JAKARTA  – Topik perbincangan terkait kebijakan larangan Mudik Lebaran 2021 di media sosial meningkat dua kali lipat. Hal ini berdasarkan hasil survei oleh Continuum Data Indonesia yang dilakukan pada pada 1 April hingga 25 April lalu.

“Ini juga menunjukkan antusiasme orang-orang untuk melakukan mudik itu masih sangat tinggi,” ungkap Big Data Analyst Continuum Data Indonesia, Muhammad Azzam dalam acara Diskusi Online Indef bertajuk Ekonomi Ramadan 2021, Lesu atau Bergairah? Analisis Perilaku Konsumen Melalui Pendekatan Big Data, Senin (3/5).

Bacaan Lainnya

Azzam mencatat, 80 persen netizen yang membicarakan soal larangan mudik itu mayoritas berasal dari pulau Jawa.

“Ini juga seperti yang kita ketahui, banyak penduduk di pulau Jawa yang merupakan perantau dari sejumlah kota besar lainnya, tentunya ingin mudik di momen lebaran ini bertemu dengan keluarga masing-masing,” bebernya.

Kendati demikian, survei menemukan kebijakan larangan Mudik Lebaran 2021 itu lebih banyak memperoleh sentimen negatif ketimbang positif. Yaitu dengan presentase mencapai 67 persen.

“Jadi, yang memberikan sentimen negatif terhadap mudik itu dua kali lipat lebih besar karena mencapai 67 persen. Sementara sisanya 32 persen memberikan sentimen positif,” terangnya.

Pos terkait