Melawan, Bandar Narkoba di Tanjungpinang Didor

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, TANJUNG PINANG – Seorang bandar narkoba asal Tanjungpinang, SS tewas dengan luka tembak di dada. Pelaku ditembak oleh anggota Satresnarkoba Polres Bintan karena melawan saat ditangkap.

Kasatresnarkoba Polres Bintan, AKP Nendra Madya Tias mengatakan, pelaku merupakan pemain lama, ia resedivis kasus yang sama dengan masa hukuman 1,6 tahun penjara.

Bacaan Lainnya

“Untuk status pekerjaannya yang tercantum di E-KTP adalah PNS namun belum diketahui bertugas di mana?. Apakah Bintan atau Tanjungpinang?,” ujar AKP Nendra Madya Tias saat ekspose penangkapan pelaku pengedar narkoba di Malpores Bintan, Bandar Seri Bentan, Jumat (3/4).

Kasus peredaran barang haram itu terungkap dari laporan yang diterima pihaknya dari warga. Bahwa di Jalur Lintas Barat, Batu 34, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan tepatnya disekitaran De Bintan Villa sering dijadikan lokasi transaksi narkoba.

Selanjutnya, Minggu (29/3) dari pukul 14.00 WIB dimulailah penyelidikan. Beberapa jam kemudian tepatnya pukul 20.30 WIB polisi berhasil membekuk DK (37). Dari tangan pelaku polisi menyita 4 paket narkoba diantaranya 3 paket sabu dan 1 paket ganja.

“Kami gelandang DK ke Mapolres Bintan guna penyelidikan lebih lanjut. Disana kita interogasi dan DK mengakui jika paketan sabu dan ganja itu didapatinya dari bandar narkoba di Tanjungpinang berinisial SS,” jelasnya.

Tak mengulur waktu, polisi menyuruh DK untuk memancing SS keluar dari persembunyian dengan cara berpura-pura membeli ganja sebanyak 1 Kg dengan harga Rp 6,5 juta.

DK dan SS menyepakati transaksi itu dilakukan di suatu lokasi. Lalu SS mengantarkan ganja 1 Kg itu dengan kendaraan bermotor. Setelah pesanan itu berada ditangan DK, polisi langsung mengejar dan membekuknya.

“Ternyata SS ini bawa senjata tajam jenis pisau. Saat mau ditangkap SS membacok tangan kanan polisi bahkan merebut pistol milik polisi. Lalu terjadilah pergumulan antar keduanya dan tanpa sengaja pistol polisi meledak dan mengenai dada sebelah kiri atas samping ketiak SS,” jelasnya.

Polisi langsung melarikan korban ke RSUP Kepri Raja Ahmad Tabib Batu 8 Kota Tanjungpinang. Namun sayangnya nyawa pelaku yang baru 5 bulan menghirup udara segar dari Lapas Natkotika Batu 18 itu tak terselamatkan.

Sedangkan DK yang terlebih dahulu ditangkap telah dijebloskan ke sel tahanan. Pria yang juga resedivis kasus narkoba dengan masa tahanan dari 2015-2017 itu kembali dijerat dengan Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 111 Ayat 1 Sub 114 Ayat 2 Sub Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 113 Ayat 1 dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

“Pelaku sudah ditahan sedangkan barang buktinya kita amankan adalah 4 paket sabu, 1 paket ganja sedang, 1 paket ganja besar, 1 set plastik bening dan sebilah pisau,” ucapnya. (*/kpr)

Pos terkait