Muslim Italia Kekurangan Lokasi Pemakaman Korban Covid-19

  • Whatsapp

UMAT Islam di Italia berjuang menemukan tempat pemakaman untuk jenazah-jenazah korban wabah virus corona (covid-19). Dilaporkan, kondisi sulitnya mencari makam ini dampak disetopnya perjalanan dari dan ke Italia.

Di Italia tercatat ada 2,6 juta penduduk memeluk agama Islam. Ini hanya 4,3 persen dari populasi warga negara Italia, berdasarkan sensus 2018. Kemudian hanya 50 dari hampir 8.000 kota di Italia yang telah menyediakan makam bagi kaum Muslimin.

Bacaan Lainnya

“Ini telah menyebabkan situasi dramatis di Italia. Beberapa jenazah yang tersisa di kamar mayat, karena tidak ada kuburan Islam, di mana mereka dapat dimakamkan?” kata Sekretaris Jenderal Masjid Agung Roma Abdallah Redouane, dikutip dari About Islam, Senin (8/6).

Sebagian besar ruang untuk lokasi pemakaman umat Islam terletak di wilayah Lombardy dan Emilia-Romagna. Wilayahnya di utara Italia, daerah yang paling terpengaruh virus corona.

Permakaman pertama bagi umat Islam di Italia didirikan di Trieste pada 1856. Kedua di Permakaman Flaminio di Kota Roma sejak 1974.

“Hari ini lokasi ini penuh. Dalam beberapa bulan terakhir, kematian meningkat, dan demikian kebutuhan tempat pemakaman meningkat,” kata Redouane.

“Kami mengajukan permintaan untuk membuka lokasi baru bagi Muslim di permakaman kota secara nasional. Sejauh ini kami berhasil membuka beberapa area baru. Tetapi ketika situasinya semakin buruk, kami masih menunggu jawaban,” kata Presiden Persatuan Komunitas Islam di Italia (UCOII) Yassine Lafram.
Masalah yang Berkembang

Pemakaman dalam agama Islam selalu sederhana tanpa prosesi rumit atau peti mati mewah. Dengan meningkatnya jumlah korban virus korona, kurangnya permakaman untuk kaum Muslimin, menjadi permasalahan tersendiri.

Sama seperti Italia, kaum Muslimin di Prancis pada April lalu mengirim surat kepada Presiden Emmanuel Macron melaporkan kurangnya permakaman bagi umat Islam.

Macron menanggapi dengan memberikan jaminan bahwa Muslim yang meninggal selama pandemi virus corona akan dimakamkan sesuai kepercayaan dan tradisi keagamaan mereka.

Islam sendiri menyerukan untuk menghormati manusia apakah hidup atau meninggal. Jenazah seorang Muslim harus segera dimandikan. Kemudian dipakaikan kain kafan.

Sebelum pemakaman, umat Islam harus menyolatkan jenazah. Pemakaman harus dilakukan sesegera mungkin. Hukumnya makruh jika menunda pemakaman jenazah.

(*/han)

Pos terkait