Ngaku-ngaku Bagian dari GAMPO, Tukang Pakuak Mulai Beraksi, Leon: Sikat Saja!

  • Whatsapp

PADANG PANJANG, (BM)– Kian memanasnya suhu politik di Bumi Serambi Mekkah Padang Panjang, mulai dimanfaatkan segelintir oknum tak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Tak tanggung-tanggung, GAMPO, sebagai sebuah lembaga yang secara tegas dan terang-terangan menyatakan perang terhadap segala bentuk money politic, justru dijadikan senjata oleh para “tukang pakuak” untuk memeras, mengancam dan bahkan mengintimidasi para calon korbannya.

Bacaan Lainnya

Koordinator Umum Gerakan Masyarakat Anti Money Politic (GAMPO), Leon Simon Moechlis yang dihubungi tadi siang, dengan tegas mengutuk aksi yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggungjawab itu. Informasi di lapangan sudah diterima, dan kini pihaknya tengah mengusut laporan tersebut.

“Kami segenap pengurus dan anggota GAMPO Padang Panjang, mengecam aksi tersebut dan dengan tegas meminta kepada oknum-oknum yang dengan sengaja “menjual-jual” GAMPO untuk memuluskan aksinya, untuk segera menyudahi permainan ini. Dan kepada masyarakat, khususnya para caleg, perlu juga kami luruskan, bahwa oknum-oknum itu bukan bagian dari kami. Sikat saja, karena ini jelas-jelas merusak iklim dan tatanan yang tengah kita bangun untuk kebaikan Padang Panjang,” pungkas Leon.

Dari informasi lapangan yang berhasil dihimpun pihaknya, Leon menyebut jika modus pemerasan bahkan berujung intimidasi dan pengancaman itu, sengaja dilakukan pihak-pihak tertentu untuk memuluskan niat pribadi dan kelompoknya. Jika ditemukan di lapangan, Leon mempersilakan untuk langsung melaporkan kepada pihak berwajib.

“Ini perlu kami sampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat Padang Panjang, pimpinan organisasi, partai politik, para caleg beserta tim suksesnya, maupun orang perorang, bahwa kami (GAMPO) hadir untuk perang melawan money politik. Bukan sebaliknya, mencari keuntungan di balik aksi-aksi politik uang seperti yang tengah dimainkan oknum-oknum tak bertanggungjawab itu,” pungkas Leon.

Leon juga menandaskan, bahwa apabila terjadi kerugian atau terdapat pihak-pihak yang merasa terancam dan terintimidasi oleh oknum-oknum dimaksud, maka hal tersebut merupakan tanggungjawab pribadi oknum bersangkutan. GAMPO kata Leon, tidak akan pernah menerima dan meminta apapun dari berbagai aksi pelanggaran Pemilu.

“Kami justru mengharamkan untuk meminta dan menerima segala apapun bentuk pemberian di balik setiap aksi pelanggaran dari laporan yang disampaikan masyarakat. Ini perlu kami tegaskan,” pungkasnya.

Dan setiap tindakan yang mengatasnamakan GAMPO tukuknya, diharapkan masyarakat bisa meminta klarifikasi langsung kepada pihak GAMPO yang bermarkas di Jl. Bahder Johan No. 14A (depan kampus ISI Padang Panjang). “Atau jika memang tertangkap tangan, langsung saja melaporkannya kepada pihak berwajib. Karena jelas, ini adalah kejahatan,” ulas Leon.

Dari keterangan sejumlah sumber di lapangan, nama besar GAMPO seperti sengaja dijadikan tameng untuk memuluskan aksi pemerasan yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab. Target utama mereka, tak lain para caleg dan para tim sukses yang memang tengah memainkan segala cara untuk memenangkan kontestasi Pilleg di Padang Panjang, 17 April mendatang. Tak terkecuali menggunakan pola-pola pendekatan politik uang.

“Bisa jadi begitu. Ketika mereka menerima kabar miring terkait politik uang dan akhirnya berhasil mendapatkan bukti-bukti pelanggaran, maka mereka mulai melancarkan aksinya dengan menyamar dan mengaku-ngaku sebagai bagian dari GAMPO, untuk selanjutnya mulai memeras dan mengancam targetnya,” ujar M. Ghandi, salah seorang aktivis GAMPO kemarin. (ryn)

Pos terkait