Novel Mengkritik, Novel Dipolisikan

  • Whatsapp
Novel Mengkritik

Kabarsiana.com, JAKARTA – Meskipun Presiden meminta agar pemerintah dikritik, namun nampaknya untuk mengkritik berpikirlah seribu kali. Novel Baswedan, tentu sepakat dengan kalimat di atas. Bagaimana tidak, sebagai mantan polisi tentu dia paham tentang teknik dan mekanisme penyidikan.

Nah saat dia mengkritik terkait tewasnya Ustaz Maaher di tahanan Bareskrim melalui akun twitternya, penyidik senior KPK ini justru dilaporkan ke polisi.

Bacaan Lainnya

Harus diakui, kata kritik kini tengah menjadi perbincangan. Bukan apa-apa, kritik yang dilakukan seorang warga negara bisa berujung pelaporan ke polisi ya seperti kasus yang telah diurai di atas.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Pdhl kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Org sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jgn keterlaluanlah.. ” cuit Novel di akunnya @nazaqistsha.
Tapi karena kritiknya ini Novel Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Pelapor Novel adalah ormas yang sama dengan pelapor Natalius Pigai. Ormas tersebut bernama DPP Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK).

“Iya betul (melaporkan Novel Baswedan ke Bareskrim),” kata Waketum DPP PPMK Joko Priyoski Kamis (11/2).

Joko mengaku telah tiba Bareskrim Polri sekitar pukul 11.26 WIB. Ia akan melaporkan Novel Baswedan terkait twit atas kematian Ustaz Maaher. Mereka menilai twit tersebut memprovokasi publik.

Pos terkait