Pemotongan Hewan Kurban Harus Sesuai Protokol Kesehatan

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, DEPOK – Kebijakan Pemkot Depok yang membolehkan pelaksanaan Salat Iedul Adha di masjid dan mushalla, memang selayaknya disambut gembira oleh masyarakat yang telah sekian lama melaksanakan aktivitas ibadah di rumah masing-masing. Namun demikian, jangan sampai pelonggaran itu membuat masyarakat lupa akan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Apalagi Iedul Adha dibarengi dengan pemotongan hewan kurban yang biasanya membuat masyarakat tumpah ruah di lokasi pemotongan hewan kurban tersebut. Sehingga hal ini berpotensi membuat penyebaran virus corona menjadi tak terkendali.

Bacaan Lainnya

“Untuk pelaksanaan Salat Iedul Adha sudah jelas yaitu dibolehkan di masjid dan mushalla dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Lurah Curug, Juanda saat berbincang dengan kabarsiana.com, Kamis (23/7).

Yang harus mendapat perhatian lebih jelas Juanda adalah terkait pemotongan hewan kurban yang biasanya ramai dan menjadi tontonan masyarakat sekitar.

Sebagai pimpinan kelurahan, Juanda menyebutkan bahwa sesuai edaran Walikota Depok, maka pemotongan hewan kurban sebaiknya diserahkan kepada jagal yang memang telah berpengalaman dalam menangani pemotongan hewan.

“Dengan diserahkan kepada jagal, tentu bisa menghindari kerumunan massa,” kata Juanda pula.

Teknis pembagian daging kurban pun menurutnya harus pula meminimalisir pengerahan massa.

“Masyarakat cukup menunggu di rumah, nanti daging kurban akan diantarkan oleh remaja masjid,” ucapnya.
Kolega Juanda dari Kelurahan Bojongsari Baru, HA Subandi menambahkan, daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat jangan dibungkus dengan plastik, selain penggunaannya yang memang dilarang pun berpeluang menyebarkan virus.

“Daging kurban itu sebaiknya dibagikan menggunakan tas kain atau paper bag. Ini jauh lebih aman dan higienis,” ucapnya.

Senada dengan Juanda, HA Subandi pun berharap masyarakat tak perlu bergerombol di lokasi pemotongan hewan kurban. Karena hal itu tak sesuai dengan protokol kesehatan di kala pandemi virus corona masih berlangsung. (val)

Pos terkait