Penjualan Pulau Lantigiang Diusut Polisi

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, SELAYAR – Sinyalemen penjualan Pulau Lantigian atau Lantiagiang yang tak berpenghuni di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan seharga Rp 900 juta, mengusik aparat penegak hukum untuk mengusutnya.

Karena pulau indah yang berada di Desa Jinato, Kecamatan Taka Bonerate itu, masuk ke dalam zona perlindungan bahari yang berada di wilayah pengawasan Balai Taman Nasional Takabonerate.

Bacaan Lainnya

Terkait kabar tersebut, Kapolres Kep. Selayar, AKBP Temmanganro Machmud mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan.

“Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan meninjau langsung pulau yang dikabarkan dijual itu,” kata Temmanganro pada Sabtu (30/1).

Dari hasil pemeriksaan saksi, diperoleh keterangan yang menjual pulau merupakan salah seorang warga di Pulau Jampea Syamsul Alam. Syamsul diduga menjual pulau tersebut kepada salah seorang perempuan bernama Asdianti, warga Selayar.

“Dia jual seharga Rp900 juta. Dan pembeli sudah memberikan uang panjar atau DP Rp 10 juta. Penjualan pulau sudah memiliki Surat Keterangan Jual Beli Tanah Pulau Lantigian,” jelasnya.

Temmanganro menjelaskan, pulau Lantigian dikenal sebagai tempat penyu bertelur. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Syamsul mengeklaim pulau adalah peninggalan dari kakek-neneknya terdahulu.

“Kami sementara kumpulkan bukti-bukti, untuk menentukan pihak yang dirugikan terkait penjualan Pulau Lantigian. Baik dari pemerintah maupun pembeli yang diduga mengalami kerugian materiil. Jika cukup bukti maka akan dilaksanakan penyidikan tuntas,” tegasnya.

Pos terkait