Pesona Danau Kembar, Serupa Tapi tak Sama

  • Whatsapp

SERUPA tak harus sama. Hal ini, cocok disematkan pada Danau Kembar di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Meski tapi tak sama, namun keindahannya sebanding, itulah Danau Di Atas dan Danau Di Bawah di Solok, Sumatera Barat. Kedua danau ini berdampingan hanya dipisahkan oleh bukit yang lebarnya sekitar 300 meter saja.

Keindahan alam Ranah Minang akan memanjakan mata pelancong dalam perjalanan menuju destinasi wisata yang kerap dijuluki Danau Kembar ini. Dalam waktu sekitar satu jam, jarak kurang lebih 60 kilometer pun tak terasa membosankan.

Bacaan Lainnya

Dari Kota Padang, Anda bisa naik bus antarkota dalam provinsi menuju Alahan Panjang atau Muaralabuh dgn ongkos sekitar Rp10 ribu. Perjalanan akan membawa Anda melewati Pabrik PT Semen Padang yang adalah pabrik semen tertua di Sumatera dan menikmati hamparan perkebunan teh PT Perkebunan Nusantara VI Kebun Danau Kembar.

Hawa sejuk semakin terasa ketika Anda sudah mendekati lokasi danau, kira-kira sekitar 14 sampai 16 derajat Celcius. Jadi, pastikan Anda membawa jaket.

Dari jendela sebelah kanan, terlihat Danau Di Atas. Bus akan berhenti di Pasar Simpang. Dari sini, Anda bisa menumpang ojek yang tarifnya beberapa ribu Rupiah saja.

Sampai di simpang, Anda bisa mengambil jalan ke kanan dan berjalan turun menuju Danau Di Atas. Sementara simpang satunya akan membawa Anda berjalan naik ke atas menuju Danau Di Bawah.

Ya, nama kedua danau ini memang kontradiktif dengan lokasinya. Meski namanya Danau Di Atas dan Danau Di Bawah, sebenarnya permukaan danau berada pada ketinggian yang kurang lebih sama, yang berbeda adalah kedalaman danau.

Danau Di Atas kedalamannya hanya 44 meter, dengan luas sekitar 17 meter persegi, terletak 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan Danau Di Bawah kedalamannya lebih dari 800 meter dengan luas hampir 17 meter persegi, dan terletak 1.566 mdpl.

Akses menuju Danau Di Atas cenderung lebih mudah dijangkau. Mobil bisa diparkir hingga ke tepian. Di sini tersedia pula berbagai pilihan aktivitas wisata. Anda bisa bersantai sambil menikmati sajian di deretan warung. Bisa juga menyewa perahu untuk keliling danau. Fasilitas outbound dan sarana trekking juga tersedia di sini.

Sebaliknya, Danau Di Bawah hanya bisa dinikmati dari ketinggian. Ada Taman Panorama Danau Kembar yang menyajikan pemandangan kedua danau serta Gunung Talang dan Gunung Kerinci. Untuk menikmati pemandangan ini, Anda cukup membayar tiket masuk sekitar Rp5 ribu per orang.

Jika hendak menuju tepi Danau di Bawah, berjalanlah ke arah Pasar Simpang dan lewati jalan menuju Jorong Kapalo Danau Di Bawah.

Selain itu, area sekitar Danau Di Bawah banyak digunakan masyarakat sekitar untuk berkebun. Udara yang sejuk memungkinkan sayur mayur seperti wortel, kol, kayu manis, dan lainnya tumbuh subur di sini.
Di sekitar kawasan Danau Kembar, Anda akan menemukan penjaja bunga yang biasanya berwarna merah. Masyarakat sekitar menyebutnya Bunga Sarai Gunuang.

Biasanya bunga ini dijual per buket, ukuran kecil dihargai Rp5 ribu dan yang besar Rp15 ribu. Bunga ini bisa bertahan sangat lama, cocok dijadikan buah tangan.

Di balik alamnya yang asri dan hawa sejuknya, Danau Kembar punya legenda. Masyarakat di sekitar Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat paham betul legenda ini.

Konon, di dasar Danau Di Atas dan Danau Di Bawah bersemayam ular naga raksasa yang dibantai oleh Niniak Gadang Bahan, seorang pembuat tonggak. Setelah bangkainya yang membentuk angka delapan tertimbun tanah, tergenanglah air hingga membentuk dua danau besar.

Dari legenda itu pulalah nama dua daerah di mana danau ini berada berasal. Nama Kecamatan Lembah Gumanti berasal dari singkatan lembah nago nan mati.

Yang kedua adalah sebuah daerah bernama Aia Sirah (Air Merah), daerah ini terkenal dengan airnya yang merah. Konon itu adalah darah yang terus keluar dari kepala naga. ***

Pos terkait