Petani Karet di Muara Enim Ditangkap Karena Nyambi Jadi Perakit Senjata Api

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, MUARA ENIM  – Punya kemampuan berlebih tentu sebuah hal yang menguntungkan asal digunakan untuk hal yang baik. Tidak demikian halnya dengan Sabtudin (45), seorang petani karet di Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), dia terpaksa ditangkap polisi setelah nekat menjadi perakit senjata api.

Dari hasil pemeriksaan sementara, bisnis ini sudah dilakoninya sejak tahun 2014. Sabtudin yang tercatat sebagai warga Desa Dangku, Kecamatan Empat Petulai Dangku ini mengaku belajar merakit senjata api secara otodidak.

Bacaan Lainnya

“Awalnya menggunakan senjata mainan sebagai contoh,” katanya di hadapan polisi, Selasa (16/3).

Adapun untuk senjata api laras panjang, menurutnya hanya memodifikasi dari senapan angin biasa. Sementara untuk jenis pistol atau revolver dibuatnya dari bahan yang dibawa oleh pelanggan.

“Tergantung pesanan maunya apa. Kalau modifikasi laras panjang biasanya Rp 500 ribu. Tapi kalau pistol sekitar Rp2,5 juta,” katanya.

Tak hanya senjata api, Sabtudin pun mampu membuat peluru untuk senjata api tersebut. Bahan baku seperti selongsong dan amunisi pun didapatnya dari pelanggan.

“Jadi kalau ada yang minta, akan saya buatkan. Tapi bawa bahanya sendiri,” katanya.

Sabtudin mengaku sudah menjalani profesi tersebut sejak tahun 2014. Namun, dirinya tidak mengigat persis berapa pucuk senjata api rakitan yang telah dijualnya.

Pos terkait