Polisi Inggris Tembak Mati Teroris Penikam Pejalan Kaki di Jalanan London

  • Whatsapp

Kabarsiana.com, LONDON – Kepolisian Inggris menembak mati simpatisan ISIS yang menikam dua orang di jalanan kota London, Minggu (2/2). Selain bersenjatakan pisau, pelaku juga dilaporkan mengenakan rompi bom palsu di tubuhnya.
Seperti diberitakan Reuters, pelaku penikaman adalah Sudesh Amman, warga London berusia 20 tahun. Dia ditembak mati oleh dua orang polisi berpakaian preman yang telah mengikuti di jalanan wilayah Streatham.
Walau terus membuntuti Amman, namun polisi telat mencegah penikaman. Wakil Komisaris Kepolisian Metropolitan London Lucy D’Orsi, mengatakan korban adalah seorang pria yang mengalami luka tikam serius dan seorang wanita yang terluka ringan. Seorang wanita lainnya terluka terkena pecahan kaca akibat tembakan polisi.
Saksi mengatakan Amman bersenjatakan pisau besar dan mengenakan rompi dengan kaleng perak, menyerupai bom. Belakangan diketahui bom itu palsu. Penusukan ini memicu kepanikan di jalanan Streatham.
“Insiden ini dengan segera dinyatakan kasus terorisme dan kami yakin ini berkaitan dengan Islamis,” kata D’Orsi.
Amman pernah dipenjara pada November 2018 ketika berusia 17 tahun. Saat itu dia dinyatakan bersalah menyebarkan rekaman aksi sadis ISIS dan material terorisme lainnya.
Dalam penggeledahan, polisi menemukan material pembuat bom dan cara melaksanakan serangan teroris di komputer dan ponselnya.
Dia juga menyebarkan paham radikal ISIS kepada orang-orang terdekatnya. Amman bahkan meminta kekasihnya memenggal orang tuanya.
London masih merupakan sasaran terorisme para simpatisan ISIS. Pada November 2019, polisi London juga menembak mati seorang pria yang memakai rompi bom palsu dan menikam dua orang hingga tewas.
Walikota London Sadiq Khan mengeluarkan pernyataannya terkait serangan teroris kali ini: “Teroris ingin memecah belah kita dan menghancurkan kehidupan kita – di London, kita tidak akan membiarkan mereka berhasil”. (*/mdk)

Pos terkait