Diambang Perang Saudara, Polisi Myanmar Ikut Demo Anti-Kudeta Militer

  • Whatsapp
Polisi Myanmar Ikut Demo

Kabarsiana.com, YANGON  – Kudeta militer di Myanmar, mulai melebar. Jika sebelumnya hanya masyarakat yang turun ke jalan untuk menyuarakan kekcewaannya, maka belakangan aparat negara pun mulai berada di balik pendemo untuk menyuarakan hal serupa.

“Pembelotan” yang dilakukan petugas kepolisian di Desa Bardo, negara bagian Kayah, Myanmar adalah sebagai buktinya. Penegak hukum itu juga ikut menggelar aksi protes menentang kudeta militer. Para polisi ini mempertaruhkan pekerjaan mereka dengan memprotes penahanan penasihat sipil Aung San Suu Kyi oleh Tatmadaw sejak 1 Februari lalu.

Bacaan Lainnya

Polisi yang menggelar aksi protes pada Rabu (10/2) menolak permohonan dari perwira senior mereka untuk kembali bertugas. Mereka menyatakan dukungan bagi massa yang menolak kudeta militer.

Melihat aksi ini, warga berduyun-duyun mengelilingi para polisi sebagai upaya melindungi mereka dari potensi penangkapan.

Dalam video yang direkam oleh seorang warga lokal menunjukkan bagaimana polisi mencoba membujuk rekan-rekan mereka untuk menyudahi aksi protes dan kembali bertugas.

“Jika kami kembali [bertugas] bersamamu, itu akan sangat berbeda dengan apa yang kami inginkan. Apakah kalian semua setuju?,” kata salah satu polisi yang ikut dalam aksi tersebut.

Pos terkait